Fasilitator Disdikpora Karawang Diduga Caplok Proyek DAK SMPN 2 Tempuran

KARAWANG- Stigma buruk Disdikpora Karawang sebagai salah satu OPD terkorup di lingkup Pemda Karawang rupanya bukan sekedar lelucon, pasalnya banyak temuan-temuan kasus yang mengarah pada tindak pidana korupsi di dinas tersebut. Selain marak dengan suap menyuap hanya untuk menduduki sebuah jabatan di Disdikpora, marak pula caplok mencaplok proyek yang dilakukan oknum pejabat Disdikpora.

Kali ini, caplok mencaplok proyek terjadi di SMPN 2 Tempuran. Sekolah tersebut diketahui mendapatkan bantuan rehab 3 ruang kelas senilai hampir Rp. 300 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2019.

Pelaku pencaplokan proyek rehab ini diduga dilakukan oleh fasilitator Disdikpora yang bertugas di SMPN 2 Tempuran. Hal ini terkuak berdasarkan pengakuan dari Ketua Komite SMPN 2 Tempuran, H. Eben Sarmidi.

"Bagian atas (baja ringan dan atap) proyeknya diborong oleh fasilitator," ucap Eben kepada Portaljabar.net belum lama ini.

Padahal menurut Eben, sebelumnya pihak sekolah sudah memohon kepada Disdikpora agar diberikan borongan baja ringan dan atap namun tidak digubris. "Komite inginnya proyek yang di atas tapi dikasih yang bawah (keramik, tembok dll)," ujarnya.

Lanjut Eben, borongan proyek bagian atas yang dicaplok oknum fasilitator Disdikpora Karawang itu dipatok senilai Rp.110 juta untuk 3 ruang kelas. Adapun Eben sendiri hanya kebagian jatah dari uang senilai Rp.300 juta sebesar Rp.150 juta.

"Pak Haji hanya kebagian Rp. 50 juta  untuk rehab satu ruang kelas," ungkapnya.

Sementara itu oknum fasilitator yang mencaplok proyek tersebut hingga saat ini belum bisa dimintai klarifikasinya sampai berita ini dipublikasikan. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News