DPRD : Daripada Anak Ayam Lebih Baik Mainan Tradisional

BANDUNG - Pemerintah kota (Pemkot) Bandung resmi menggulirkan program Day ol Chiken (DOC) atau memberikan anak ayam kepana siswa SD dan SMP sekota Bandung. Namun hal tersebut dikritisi oleh Anggota DPRD kota Bandung Erwin,  lantaran pemberian anak ayam ini bisa menimbulkan masalah baru, seperti kesehatan. Selain itu, Erwin menilai anak-anak belum begitu faham terkait perawatan ayam. Ditambah Pemkot Bandung hanya memberikan satu ekor anak ayam.

"Secara pribada saya tidak setuju, karena anak ayam ini bisa ada penyakitnya," kata Erwin Kamis (21/11).

Harusnya sebut Erwin, Pemkot Bandung memberikan anak ayan lebih dari satu dan satu paket dengan kandangnya.

"Ini konsepnya seperti apa, masa anak-anak harus ngurus ayam seharian, saya lebih setuju kalau di alihkan dengan permainan tradisional saja, agar tidak kecanduan gawai," sebutnya.

Terang Erwin, untuk mengalihkan gawai pada anak, seharusnya dari sisi orang tua yang di edukasi lebih jauh agar memberikan pengertian kepada anak tentang manfaat gawai.

"Pemeberian anak ayam ini saya rasa tidak efektif, dan kita lihat kebijakan ink akan seperti apa," pungkasnya.(Ipn)

Tags:

Berita Terkait

Related News