DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Maksimal Kelola Pariwisata

BANDUNG - DPRD Kota Bandung mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bisa secara maksimal mengelola Pariwisata yang ada di Kota Kembang ini. Dengan demikian bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya meyebutkan, untuk meningkatkan PAD dari sektor Pariwisata, Pemkot Bandung harus membuat terobosan besar dalam pengelolaan pariwiasata ini.

"Kalau mau meningkatkan PAD dari sektor pariwisata. Harus menjadi primadona. Kalau hanya mengandalkan sumber daya energi suatu saat akan habis," katanya, Senin (25/11).

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, sekarang negara-negara maju seperti Emirat Arab sudah memanfaatkan pariwisata dalam mendapatkan keuntungan negara. Karena mereka sadar, minyak suatu saat akan habis dan negara-negara tersebut sukses melakukannya.

Seharusnya, sebut dia Kota Bandung harus bisa meniru dan memaksimalkan potensi yang ada, karena potensi pariwisata di negara-negara maju sangat minim jika dibandingkan dengan Indonesia, namun berhasil dalam pengelolaan pariwisatanya.

"Indonesia memiliki segala-galanya, tapi pengelolaannya yang tidak optimal," cetusnya.

Untuk Kota Bandung sendiri, Edwin menilai, masih belum optimal dalam pengelolaan pariwisata. Dia mendorong agar Pemkot Bandung belajar kepada Pemkab Banyuwangi yang jauh lebih baik dari pada Kota Bandung dalam pengelolaan pariwisata.

"Kami baru-baru ini berangkat ke Banyuwangi, ia merupakan kota kecil tapi pengelolaan pariwisatanya sangat baik sekali. Mereka memaksimal adanya distinasi tampat-tempat wisata alam yang dikelola dengan baik dan signifikan hasilnya," ungkapnya.

Konsepnya kata Edwin, Pemkab Banyuwangi menerapkannya dengan cara memanfaatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 "Di Banyuwangi ada moto yang sangat bagus dari program Bupatinya. Setiap dinas ada dinas pariwisatanya. Setiap tempat adalah destinasi. Jadi semua SKPD yang ada di Banyuwangi itu dilibatkan ke dalam kegiatan-kegiatan pariwisata," sebutnya.

Dia mengakui, bahwa Kota Bandung minim dengan tempat pariwisata. Semua pariwisata yang berkaitan dengan alam kata dia, adanya di luar Kota Bandung. Seperti Tangkupan perahu adanya di Lembang Kabupaten Bandung Barat. Hanya saja kata dia, semua kunjungan pariwisata dari luar Kota Bandung itu transitnya di Kota Bandung.

"Hanya butuh kesadaran bahwa sektor pariwisata itu harus dikelola bukan hanya dari dinas pariwisata tapi harus semua stakeholder melakukannya," tandasnya.

Namun kata Edwin, untuk menerapkan sistem pengelolaan pariwisata seperti di Kabupaten Banyuwangi, harus disiapkan payung hukumnya.

"Kalau Banyuwangi sudah ada Paerda-nya, termasuk juga mengatur setiap dinas bisa mengadakan event pariwisata. Itu luar biasa. Anggarannya tidak besar hanya Rp 15 miliar. Sementara pariwisata di Kota Bandung anggarannya Rp 40 miliar hanya gitu-gitu aja," sebutnya.

Lebih jauh Edwin menjelaskan, yang menjadi kendala dasar pengelolaan pariwisata di Kota Bandung yang saat ini belum optimal, lantaran masih minimnya kesadaran masyarakat dan OPD itu sendiri bahwa pariwisata meningkatan sumber PAD.  

"Coba OPD-OPD menggelar event-event nasional misalnya Dinas Pendidikan membuat lomba karya ilmiah tingkat nasional. Tentu daerah-daerah lain banyak yang berkunjung ke Bandung. Singapura punya apa dalam pariwisata alam? Tapi orang-orang dari berbagai negara datang ke sana," pungkasnya. (pan)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News