Insentif Guru Honorer Kota Bandung Terlalu Bertele-tele

BANDUNG - Pemberian insentif terhadap para guru honorer oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di nilai bertele-tele dan terlalu banyak persyaratan yang harus dipenuhi. 

Ketua Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung Iwan Hermawan meyebutkan, salah satu syarat yang banyak membuat guru keberatan, guru honorer harus membuat laporan Rencana Persiapan Pengajaran (RPP) selama satu tahun. 

Sebut iya, guru honorer harus membuat RPP itu sedikitnya 150-200 lembar, harus di-scan dan di-upload sebagai bukti laporan.

"Selama ini pencairannya agak telat, bertele-tele, bahkan kalau enggak memenuhi syarat mereka tidak akan dapat," Tutur Iwan.

Menurut Iwan, seharusnya guru honorer tidak perlu meng-upload RPP yang jumlahnya banyak. Cukup buat penelitian ilmiah, yang penting mereka benar mengajar sebagai guru honorer dengan dibuktikan surat pernyataan dari Kepala Sekolah (Kepsek). 

"Kalau Sebanyak 150-200 lembar RPP itu harus discan kan mahal harganya," terangnya.

Iwan meyebutkan, guru honorer yang ada di kota Bandung berjumlah sekira 20 ribu orang, dan mendapatkan insentif sekira Rp 3 juta dibayarkan setiap tiga bulan sekali. 

"Saya berharap agar pencairan insentif guru honorer itu tidak dipersulit. Menteri Pendidikan kan sudah bilang jangan mempersulit urusan administrasi terhadap para guru khususnya guru honorer," pungkasnya. (IS)

Tags:

Berita Terkait

Related News