MUI Jabar: Jangan Politisasi Peringatan Maulid Nabi

BANDUNG,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat mengeluarkan terkait peringatan Maulid Nabi yang menyimpang dari esesnsinya.

MUI Jabar mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak menyusupkan agenda politik dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi.

"Jangan sampai esensi peringatan maulid nabi yakni mengambil hikmah dan suri tauladan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah islam, agama yang membawa rahmat untuk seluruh alam (rahmatan lil a'lamin), justru hilang," kata Ketua Umum MUI Jabar Rachmat Syafei didampingi Sekretaris Umum Rafani Achyar di Kantor MUI Jabar Jalan L.L.R.E Martadinata Bandung, Jumat (29/11).

Rachmat tak menampik imbauan ini berkaitan dengan aksi Reuni Akbar 212 yang akan digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember mendatang.

Ia berharap, dengan peringatan maulid nabi seyogyanya kita bisa membuktikan bahwa ajaran islam adalah ajaran yang mampu merekatkan tali persaudaraan antar anak bangsa yang berbeda tadi, mampu memupuk rasa nasionalisme yang kuat di setiap hati sanubari anak bangsa.

Bukan sebaliknya, dengan dalih peringatan maulid nabi tapi di dalamnya terkandung agenda-agenda politik yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,

"Akan sangat kontra produktif bila kegiatan politik disusupkan dalam kegiatan peringatan maulid nabi. Kita patut merasa khawatir bila terjadi politisasi dalam peringatan maulid nabi yang sangat agung itu," ujarnya.

Oleh karenanya, MUI Jabar Jawa Barat menyampaikan himbauan sebagai agar umat Islam merayakan maulid nabi dengan niat yang ikhlas karena allah dan dengan tujuan mengambil hikmah dari teladan Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Selain itu, kata dia, dalam perayaan maulid nabi hendaknya diisi dengan kegiatan kegiatan positif yang dapat dirasakan langsung manfaatnva oleh masyarakat, seperti pengajian, tausiah, ceramah keagamaan, membantu kaum dhuafa dan bakti sosial untuk kepentingan masyarakat secara umum.

"Perayaan maulid nabi jangan dicampuradukkan dengan kegiatan yang bisa mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalulintas. Apalagi kalau sampai menimbulkan konflik di masyarakat," ujarnya.

MUI Jabar juga mengimbau agar para da'i/muballigh/penceramah yang menjadi narasumber dalam kegiatan maulid nabi, hendaknva menyampaikan materl-materi yang menyejukkan serta dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami mengimbau kepada pemerintah untuk memberi jaminan kelancaran bagi masyarakat yang merayakan maulid nabi di tempat-tempat yang biasa digunakan, seperti di masjid, mushalla, sekolah/madrasah, pesantren, gedung perkantoran dan lainnya," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News