Sumber Kekuatan Ekonomi Umat, Zakat Harus Dikelola Dengan Baik

BANDUNG,- Penghimpunan zakat melalui lembaga resmi di Jawa Barat masih sangat minim jika dibandingkan dengan potensi yang ada. Sejak awal tahun hingga November ini, realisasinya baru Rp750 miliar.

Kepala Baznas Jawa Barat Arif Ramdhani mengatakan, capaian zakat di wilayahnya masih di bawah 1% dari potensi yang ada. Padahal, dengan jumlah penduduk yang besar, menurut dia potensinya bisa mencapai Rp26,8 triliun.

"Masih nol sekian persen," katanya dalam disela kegiatan Baznas Awards 2019 di Gedung Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (2/12).

Ia mengimbau warga mampu agar menyalurkan zakat kepada lembaga resmi agar pembagiannya merata dan tepat sasaran.

Terlebih, dia meyakini zakat mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat khususnya yang tidak mampu agar berdaya dan mandiri.

Selain untuk menggerakkan sektor ekonomi, menurutnya zakat yang dikelola Baznas akan disalurkan untuk kegiatan pendidikan. Sebagai contoh, pihaknya akan menyalurkan 10 ribu Alquran ke pelosok Jawa Barat.

Cara ini pun menurutnya dipilih karena masih banyak masjid di pelosok Jawa Barat yang tidak memiliki Alquran yang layak.

"Banyak masjid-masjid, surau-surau di pelosok yang Quran-nya sudah lusuh. Apabila dibaca oleh saudara kita yang santri, atau anak-anak kita (program) Maghrib Mengaji, maka amalnya akan mengalir ke kita sampai meninggal dunia," tuturnya.

Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Provinsi Jawa Barat Ida Wahida Hidayati mengatakan, zakat memiliki peran yang strategis baik dari sisi keagamaan, pendidikan, hingga ekonomi.

Namun, meski hal ini telah dinyatakan langsung dalam Alquran, dia mengakui belum terhimpun optimal. Menurutnya, perlu ada jejaring penghimpuan zakat hingga tingkat terbawah di masyarakat.

"Perlu inovasi lain agar penghimpunannya maksimal agar memudahkan muzakki dalam berzakat," katanya.

Saat ini, menurut dia Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengembangkan penghimpunan zakat secara digital. Selain untuk memanfaatkan teknologi, ini dipilih agar penghimpunan zakat mampu menyentuh semua kalangan terutama milenial.

"Semoga setiap tahunnya bisa terus meningkat," katanya.

Bupati Bandung Dadang Naser menilai zakat sebagai sumber kekuatan ekonomi umat yang harus dikelola dengan baik. Sebagai negara dengan mayoritas beragama Islam, kata dia, zakat merupakan kekuatan kesejahteraan umat.

Jika dikelola dengan baik, dia meyakini umat akan sejahtera karena akan menghapus kemiskinan.

"Maka umat Islam akan berjaya. Tak ada lagi kemelaratan, kebodohan. Bisa menjamin jenjang sekolah warga yang lebih tinggi," katanya.

Lebih lanjut, dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu mengelola CSR dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Selama ini, menurutnya dana sosial tersebut hanya dibagikan begitu saja.

"Dana CSR bjb saja berpuluh-puluh miliar. Jangan hanya nampung, dibagikan, nampung, dibagikan. Itu akan habis," imbuhnya.

Dia berharap penggunaan dana tersebut dialokasikan untuk membangun pusat perekonomian rakyat. Pihaknya, kata dia telah menyiapkan lahan jika rencana tersebut dilakukan.

"Mestinya Pak Gubernur Jawa Barat memanfaatkan CSR Bank bjb untuk membuat pasar induk modern milik Baznas," tandasnya. (nie/*)

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News