Butuh Uang Untuk Servis Motor, Teknisi Cctv Dan Enam Rekannya Bobol Minimarket

CIREBON - Tujuh pelaku spesialis pembobol minimarket diwilayah Cirebon, yang belakangan ini marak terjadi. Akhirnya berhasil di bekuk oleh Satreskim Polresta Cirebon.

ketujuh pelaku spesialis pencurian minimarket yang berhasil diamankan oleh tim Satreskrim Polresta Cirebon dengan inisial K (41), RH (29), BH (18), HK (22), MR (18), PS (29) dan BA (24).

Kapolresta Cirebon, AKBP M. Syahduddi mengatakan dalam kasus pencurian minimarket teraebut sebanyak 14 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah hukum Polresta Cirebon. Pengungkapan kasus ini berawal atas laporan yang diterima oleh pihaknya sejak 16 oktober hingga 25 november 2019 yang lalu.

“Dalam kasus ini sebanyak 14 minimarket menjadi korban pencurian, kasus ini berawal dari laporan sejak 16 oktober sampai 25 november yang lalu,”katanya usai gelar perkara kasus tersebut. Selasa (3/12/2019).

Dalam penangkapannya pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menyarangkan timah panas di bagian kaki terhadap beberapa pelaku karena mencoba untuk melarikan diri.

"Dua pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Mundu, setelah berhasil diamankan dan dilakukan pengembangan, anggota kami kembali menangkap lima orang lainnya yang memiliki peran dan tugas masing-masing setiap aksinya, "katanya.

Modus yang dilakukan oleh pelaku, lanjut Syahduddi pelaku dengan cara memanjat tembok minimarket kemudian menggunting atap lalu menjebol plafon. Dan memutus jaringan kabel CCTV, yang terpasang diarea minimarket.

“Setelah mengambil menguras isi minimarket, para pelaku keluar dengan jalur yang sama, "katanya.

Dalam aksinya itu, tiga pelaku memiliki keahlian untuk mengetahui jaringan CCTV sebagai teknisi CCTV, sebagian barang hasil curian digunakan pelaku dan sisanya di jual yang hasilnya dibagi rata oleh seluruh pelaku.

"tiga pelaku ini memiliki merupakan teknisi cctv, sehingga mereka mengetahui jaringan kabel cctv. Dan dengan mudah mereka merusak alat kamera cctv yang terpasang di minimarket, "katanya.

saat ditanya kerugian, ia menjelaskan rata-rata satu minimarket mengalami kerugian sebesar 30 juta dan bila ditotalkan dari seluruh minimarket kerugian mencapai Rp 420 juta.

"para pelaku ini dikenakan pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman pidana 9 tahun penjara, "tegasnya.
Sementara itu, RH (29) sebagai otak pencurian. Nekat melakukan hal itu, karena dirinya sedang membutuhkan  uang untuk service motor. Kemudian memiliki ide untuk menjebol minimarket bersama enam orang lainnya.

“Ide ini awalnya saya butuh uang buat service motor dan akhirnya saya mengajak enam orang lainnya untuk mencuri di minimarket,”jelasnya. (abr)

Tags:

Berita Terkait

Related News