GMNI Jabar: Kongres GMNI Harus Kedepankan Intelektualitas, Kemanusian Dan Kebersamaan

BANDUNG,- Kongres kemaritiman GMNI ke XXI di Ambon telah selesai. DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat pun memiliki catatan khusus terkait penyelenggaraan kongres maupun peserta yang hadir.

"Pelaksanaan kongres Ambon yang semula kami harapkan menlahirkan ide, gagasan dan wancana kritis untuk kemaritiman dan kemajuan Indonesia. Kami rasakan keluar dari jalur tema yang dibuat," kata Ketua GMNI Jabar Wahyu Khanoris kepada Portal Jabar, Kamis (5/12).

Ia menilai, Kongres XXI ini seharusnya menjadi kesempatan besar bagi GMNI dalam merumuskan kemaritiman Indonesia karena sebagian besar wilayah Indonesia adalah Laut dan terdiri 17 ribu pulau.

Pada dasarnya, imbuhnya, momentum kongres adalah upaya bagi GMNI dalam mengevaluasi dan memberikan gagasan besar untuk rakyat Indonesia.

"Terus terang kami merasa kecewa karena dalam pelaksanaanna tidak sesuai yang diharapkan. Karena mengenyampingkan nilai-nilai kemanusiaan, hanya karena kepentingan politik tertentu," cetusnya.

Menurutnya, aspek-aspek intelektualitas dan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tujuan bersama dalam memajukan organisasi tercinta.

 Pola-pola gerakan yang terbentuk, ujar dia, mengakibatkan persatuan dan persaudaraan sesama kader GMNI menjadi terganggu.

"Kami berharap ini menjadi evaluasi bersama agar berikutnya dapat lebih mengutamakan kepentingan bersama yang mufakat sehingga tidak melukai dan memecah belah persatuan organisasi," ungkapnya.

Meski begitu ia mengucapkan selamat atas terpilihnya Bung Arjuna dan Bung Dendy secara aklamasi sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal GMNI periode 2019-2021.

"Kami juga mengucapkan selamat kepada DPC GMNI Bandung sebagai tuan rumah Kongres GMNI ke XXII. Semoga melahirkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang dan progresif untuk organisasi," tandasnya, (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News