Dewan Desak, Persoalan Hukum GBLa Segera Selesai

BANDUNG - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih belum bisa digunakan. proyek yang menelan anggaran sekira Rp 680 miliar itu saat ini masih dalam proses hukum sehingga tak bisa beroperasi.  

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung Hasan Faozi mengungkapkan, proyek stadion yang mampu menampung sekira 38 ribu itu dibangun melalui tiga tahap. Tahap pertama berupa bangunan di bagian dalam stadion, tahap kedua di bagian luar stadion seperti lahan parkir, dan tahap tiga merupakan infrastruktur penunjang bangunan seperti akses jalan masuk dan lain sebagainya. 

"Untuk tahap dua dan tiga ini yang bermasalah. Kalau tahap satu sudah klir, enggak ada masalah," ucapnya.

Lebih jauh Hasan Faozi yang akrab disapa Ozi ini menjelaskan, permasalahan hukum yang menjerat proyek stadion GBLA berupa temuan dan indikasi tindak pidana korupsi, yang sudah mendapatkan putusan dari pengadilan. 

"Putusan pengadilan isinya yang salah satu poinnya adalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sehingga berkas itu dikembalikan ke Bareskrim Polri. Ini yang masih proses di Bareskrim," tegasnya.

Meski begitu, pihaknya kata Ozi, mendorong supaya stadion GBLA tetap bisa digunakan sebagaimana mestinya, meski masih tersangkut hukum. Pertimbangan Ozi, supaya stadion tersebut tidak menganggur terlalu lama sementara pemeliharaan terus berjalan, yang menelan anggaran Rp 2,5 miliar setiap tahunnya.

"Maka dari itu kami tetap mendorong agar GBLA itu bisa dipakai sambil proses hukum berjalan. Yang penting tidak mengurangi atau menambah hal-hal yang masih berkaitan dengan hukum," bebernya.

Ozi menyebut, permasalahan hukum yang menjerat proyek mega besar itu telah menghilangkan potensi PAD yang cukup besar. Di sisi lain, Ozi mengaku prihatin dengan kondisi stadiona tersebut lantaran tidak bisa gunakan.

"Kota Bandung kan sebagai kota Provinsi Jabar masa tidak memiliki stadion kan lucu," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya bagaimana stadion tersebut bisa dimanfaatkan.

 "Mudah-mudahan pertemuan hari ini (kemarin, red) antara Dinas Tata Ruang Kota Bandung dengan pihak PT Adikarya bisa mendapatkan hasil yang positif. Kami juga dalam pekan ini berencana untuk memanggil semua pihak khususnya PT Adikarya untuk menanyakan apa permasalahan yang sebenarnya sehingga stadion itu tidak bisa dipakai," pugkasnya.(Pan)

Tags:

Berita Terkait

Related News