Program Beasiswa Karawang Cerdas Beraroma Busuk

KARAWANG - Beasiswa Karawang Cerdas merupakan Program Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Cellica- Jimmy untuk meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia di Kabupaten Karawang. Program Beasiswa Karawang cerdas ini sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu

Menurut Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Karawang, Fajar Adriyansyah, pada tahun 2018 anggaran beasiswa Karawang Cerdas untuk mahasiswa sekitar Rp.5 milyar namun hanya terserap 50 persen menurut keterangan BPKAD Kabupaten Karawang. Sedangkan di tahun 2019 beasiswa Karawang Cerdas untuk jalur Mahasiswa mengalami penambahan hingga 10 Milyar.

"Pengumuman beasiswa Karawang Cerdas senilai Rp.10 milyar sudah diputuskan melalui Keputusan Bupati Karawang dengan jumlah total penerima beasiswa yang baru di tahun 2019 sebanyak 416 Mahasiswa," ujar Fajar, belum lama ini.

Namun beasiswa Karawang Cerdas di tahun 2019 ini malah menjadi sorotan karena ada beberapa kejanggalan dan sarat bau busuk KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) terkait penerima beasiswa Karawang Cerdas salah satunya yakni adanya beberapa mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri melalui mekanisme yang ada di juknis beasiswa Karawang Cerdas.

"Hal ini tidak adil bagi para mahasiswa yang menempuh sesuai mekanisme jalurnya mereka harus mengirimkan berkas melalui Pos dan harus bayar tetapi mereka tidak mendapatkan beasiswa tersebut," ungkapnya.

Bukan hanya itu Fajar juga mempertanyakan kepada tim penilai mengenai pembagian beasiswa antara mahasiswa Sosial Hukum dan mahasisea Sains dan Tekonologi yang dinilai tidak merata. "Hampir 70 persen mahasiswa Sosial Hukum yang mndapatkan beasiswa Karawang Cerdas. Seharusnya porsi pembagian antara mahasiswa Sosial Hukum dengan Mahasiswa Sains dan Teknologi bisa lebih adil, misal beasiswa jalur prestasi akademis ada 100 orang ya seharusnya porsinya 50 Sosial Hukum dan 50 Sains dan Teknologi biar adil," ujarnya.

Fajar juga menuding Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang sudah bermain mata di program Beasiswa Karawang Cerdas. Fajar mengklaim bahwa pihaknya sudah memiliki bukti yang cukup untuk membebarkan ke publik bahwa didalam proses seleksi Beasiswa Karawang Cerdas ada yang tidak beres. "Ada sekitar 6 orang yang tidak mndaftarkan diri sesuai mekanisme yang ada di juknis tetapi mereka mendapatkan beasiswa karawang cerdas," urainya.

Selanuutnya Fajar sangat berharap Ketua Komisi IV DPRD Karawang segera memanggil Bupati Karawang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk dimintai keterangan terkait proses seleksi Beasiswa Karawang Cerdas. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News