Anggota Komisi IV DPRD Karawang, Yusni Rinzani Angkat Bicara Perihal Beasiswa Karawang Cerdas

KARAWANG,- Beasiswa Karawang Cerdas untuk jalur mahasiswa tahun 2018 menurut keterangan BPKAD yang hanya terserap 50 persen, tahun ini mengalami penambahan hingga Rp. 10 Milyar.

Hal ini membuat komisi IV DPRD Karawang, Yusni Rinzani angkat bicara.

Menurut Yusni, penambahahan anggaran Rp. 10 milyar ini, malah menjadi sorotan karena ada beberapa kejanggalan dan sarat bau busuk KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) terkait penerima Beasiswa Karawang Cerdas.

Salah satunya yakni ada beberapa mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri melalui mekanisme yang ada di juknis beasiswa Karawang Cerdas.

Ia mengatakan, program beasiswa Karawang Cerdas yang saat ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena porsinya yang tidak seimbang untuk setiap jurusan. Selain itu, adanya mahasiswa yang tidak mendaftar tetapi mendapatkan beasiswa.

Hal ini menjadi pertanyaan, karena harus sesuai dengan juknisnya serta minimnya serapan anggaran di tahun sebelumnya.

"Saya selaku anggota Komisi IV DPRD Karawang, akan segera meminta keterangan dengan mengadakan rapat dengan dinas terkait agar lebih jelas lagi dalam seleksi penerimaan beasiswa, jangan sampai ada hal yang tidak adil buat penerima beasiswa," ujar Yusni saat dihubungi via telepon selularnya, Minggu (8/12) .

Yusni berharap, semoga program ini dapat meningkatkan SDM di Kabupaten Karawang, serta menjadikan generasi penerus yang berkualitas dan berakhlakul karimah.

"Kami berharap dalam realisasi penyalurannya harus menganut asas keadilan dan keseimbangan agar tidak ada ketimpangan," tandasnya. (wins)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News