Tokopedia Ciptakan 172 Ribu Lapangan Kerja Baru Di Jawa Barat

BANDUNG,- Keberadaan Tokopedia memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), selama 2018-2019, Tokopedia telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada di Aceh sampai Papua.

"Jumlah ini setara dengan 10,3% dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309 ribu di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama," kata External Communications Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya di De Pavilijoen Jalan L.L.R.E Martadinata Kota Bandung, Kamis (19/12).

Persebaran lapangan kerja tersebut meliputi beberapa wilayah Indonesia, seperti DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja), Jawa Barat (172.348 lapangan kerja), Jawa Timur (112.488 lapangan kerja), Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja), Bali (25.699 lapangan kerja), Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja), Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja) dan sebagainya.

"Untuk Jawa Barat tercipta sebanyak 172.348 lapangan kerja," kata Ekhel.

Ekhel menyebut dalam riset LPEM FEB UI di 2018-2019 membuktikan bahwa Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia.

Selama 2018 lalu, GMV (Gross Merchandise Value) Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia.

Menurut Ekhel, pengaruh Tokopedia juga dirasakan di hampir seluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Jawa Barat. Pada tahun 2018, Tokopedia telah berhasil berkontribusi terhadap GDP Jawa Barat sebesar Rp11,3 triliun dan diprediksi akan semakin meningkat di tahun ini menjadi Rp32,1 triliun.

Selain itu, Tokopedia turut berkontribusi terhadap total pendapatan rumah tangga Jawa Barat di 2018 yaitu sebesar Rp3,6 triliun dan di 2019 diprediksi meningkat menjadi Rp10.3 triliun.

"Kami berkomitmen menggerakkan perekonomian dalam negeri. Kami selalu berusaha relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai inisiatif di tingkat lokal demi mempermudah seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Jawa Barat," kata Ekhel.

Menurutnya, di Jawa Barat, khususnya di Bandung, kata Ekhel, Tokopedia menghadirkan beberapa inisiatif lokal seperti Tokopedia Center, Mitra Tokopedia, dan Tokopedia Corner.

"Di Jawa Barat, Tokopedia Center hadir di berbagai wilayah termasuk Kota Bandung, Kota Kuningan, Kota Tasikmalaya, Desa Batulayang, Desa Palasari, Desa Rancasari, Desa Kedungwungu, Desa Sukanagara, Desa Bobojong, Desa Sukaraja, Desa Cijalingan dan Desa Ujunggebang," tuturnya.

Ia mengatakan, bersama 7 juta masyarakat yang menjual lebih dari 200 juta jenis produk terdaftar dengan harga transparan, Tokopedia telah menjangkau 97 persen kecamatan di Indonesia. 86,5 persen di antara jutaan penjual ini adalah pebisnis baru; 38,6 persennya kreator lokal.

"Di Jabar, jumlah penjual Tokopedia mengalami peningkatan sebanyak 93 persen dari tahun 2018 hingga 2019. Tingkat penjualan dari Jawa Barat ke provinsi lain mencapai 53 persen," tuturnya.

Salah satu kreator lokal, Marissa Haryati, pemilik Ini Kreasi (tokopedia.com/inikreasi) mengungkapkan omzetnya meningkat pesat sejak bergabung dengan Tokopedia beberapa tahun lalu.

Marissa yang menjual berbagai kreasi magnet kulkas, gantungan kunci, dan anting-anting berbentuk miniatur produk-produk kemasan merasa beruntung mendapatkan panggung lebih luas untuk memasarkan kreasinya.

“Perkembangan teknologi mempermudah kehidupan masyarakat, termasuk kami sebagai pegiat UMKM di Bandung, untuk dapat menciptakan peluang melalui platform teknologi seperti Tokopedia. Kini, usaha saya dapat menjangkau masyarakat dari Sabang sampai Merauke cukup melalui genggaman tangan,” ungkap Marissa.

Lewat Tokopedia, Marissa telah menjual lebih dari 8.000 produk dan juga telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru, salah satunya bagi pengrajin lokal. Sejak memulai usahanya, kini Marissa telah mempekerjakan 33 orang. Selain itu, Marissa bisa meraih omzet penjualan mencapai lebih dari 100 juta rupiah per bulan. (nie/*)

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News