Bupati Cirebon Lantik 176 Kuwu Terpilih

CIREBON,- Meski ada beberapa desa yang masih bersengketa dalam ajang Pemilihan Kepala Desa, Bupati Cirebon Imron Rosyadi tetap melantik sebanyak 176 kepala desa (Kuwu) hasil Pilwu serentak di Radiant, Sabtu (28/12)

Proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para kuwu baru berlangsung khidmat disaksikan para pejabat daerah, forkopimda serta para keluarga besar jajaran masing-masing kuwu dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Imron mengucapkan selamat kepada seluruh para kuwu terpilih yang baru saja dilantik. Ini, kata dia, merupakan awal dari pada perjuangan

"Ada 176 kuwu yang dilantik. Kami berharap aparat desa yang dilantik ini, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik, dan juga bisa menerapkan program yang ditetapkan Kabupaten"katanya.

Ia juga berpesan kepada para kuwu baru agar menjadi pimpinan yang baik. Kerena, tambahnya, tipe pimpinan itu ada lima, pertama pimpinan wajib, sunnah, mubah, makhruh dan haram.

"Seorang kuwu harus memiliki sifat wajib dan sunah, agar menjadi seorang pimpinan yang baik, dan menjalani semua tugas dan melayani masyarakat dengan tulus, "katanya

Disinggung adanya calon kuwu yang kalah dan merasa tidak terima, ia menegaskan bahwa pelantikan ini harus segera dilaksanakan. Karena lanjut Imron Panitia telah menetapkan kuwu yang menang, dan harus segera dilantik.

"Ada beberapa desa, terutama enam desa yang bergejolak. Silakan mereka melalui mekanisme yaitu pengadilan. Keputusan dari pengadilan akan kami laksanakan,"katanya.

Ditambahkan Imron ada tuntutan dari 6 desa dan mengiriminya surat agar tidak melantik kuwu terpilih.

"Dari rapat paripurna kemarin itu mereka yang menang harus dilantik, kecuali ada surat dari pengadilan bahwa ada salah satu desa yang ditangguhkan, jadi harus dari pengadilan yang menunda pelantikan itu, "katanya.

Desa-Desa yang bergejolak, diantaranya Desa Suralor, Desa weru lor, Desa bode, Desa kanci dan Desa gebang udik. Mereka sempat mendatangi dirinya dan menuntut untuk keadilan.

"Kami tidak bisa menunda pelantikan, kecuali ada surat dari Pengadilan. Tapi hingga pelantikan berlangsung tidak ada surat yang datang," tandasnya. (abr)

Tags:

Berita Terkait

Related News