Cuaca Ekstrim Landa Sulteng, 5 Desa Di Buol Terendam Air

BUOL,- Curah hujan tinggi melanda sebagian wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Kamis (2/1). Akibatnya jembatan penghubung antara Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo terputus.

Hingga Kamis siang banjir masih menggenangi ratusan rumah di lima desa di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Desa yang terdampak banjir antara lain Mopu, Potangoan, Unone, Diat, dan Biau.

Banjir terjadi setelah hujan terus mengguyur Kabupaten Buol sejak 31 Desember 2019, yang membuat air Sungai Lantika Digo meluap ke permukiman.

Kepala BPBD Kabupaten Buol Abdurrasyid mengungkapkan air yang masuk ke permukiman warga sempat mencapai ketinggian 50 cm, namun terus menyusut.

"Perlahan surut, semoga hujan tidak deras lagi. Kami masih melakukan pendataan dampak banjir ini," katanya dalam keterangan yang diterima redaksi

Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Palu Sulawesi tengah Nur Alim, mengungkapkan, khusus di Buol, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan.

Warga diminta tetap waspada terhadap datangnya banjir.

Dirinya juga mengatakan, sebagian besar wilayah di Sulteng sejak Desember 2019 telah memasuki musim hujan yang diperkirakan bakal terjadi hingga Maret 2020.

Selain Buol, wilayah lain yang berpotensi diguyur hujan intensitas tinggi di Sulteng, yakni Donggala, Sigi, Poso, dan Banggai.

"Sudah ada peringatan dini yang kami keluarkan untuk Sulteng secara umum," ungkapnya.

Selain hujan intensitas tinggi, peringatan dini yang dikeluarkan BMKG juga terkait potensi peningkatan gelombang laut dan angin kencang.

"Imbauan kami tentu agar warga mulai meningkatkan kewaspadaan, sebab kondisi cuaca tidak seperti biasa," pungkasnya. (wins)

Tags:

Berita Terkait

Related News