BCA Finance Diduga Rampas Kendaraan Roda Empat Nasabah Nunggak Setoran

SEMARANG - Kasus perampasan yang dilakukan oleh Debt Colector BCA Finance terhadap unit R 4 (Roda Empat) warna putih yang merupakan jaminan nasabah yang terjadi didepan kantor cabang BCA Finance di Jl. Majapahit Semarang diduga melanggar UU Fidusia dan Peraturan Kapolri No 8 tahun 2011. Disebutkan dalam aturan yang diduga dilanggar BCA Finance bahwa yang berhak menyita jaminan adalah juru sita pengadilan dan mendapat kawalan dari pihak kepolisian minimal setingkat Polres lalu unit diamankan di Polres setempat setelah sebelumnya mendapatkan SP ( Surat Peringatan ) 1 hinga 3.

Kasus yang menimpa nasabah a/n Buseri dimulai ketika Debt Colector mendatangi rumahnya. Terdapat alasan kuat nasabah nunggak setoran karena pailit yaitu Buseri kakinya diamputasi akibat penyakit yang dideritanya di salah satu rumah sakit di Semarang sehingga kesulitan mencari nafkah.

"Ketika mereka (Debt Colector) datang ke rumah dan tahu saya selesai operasi amputasi kaki. Karena hal ini saya tidak bisa mencari uang dan menyebabkan saya belum bisa membayar angsuran unit kendaraan hingga masuk dua ( 2 ) bulan," ujar Buseri.

"Bukannya kebijakan yang harusnya datang dari mereka, malah saya dimintai uang Rp. 1.500.000,00 ( Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) dan yang kedua kalinya sebesar Rp.3.000.000,00 ( Tiga Juta Rupiah ) dengan alasan untuk buka blokir," ujarnya.

Karena ketakutan akhirnya istri Buaeri memberikan uang tersebut kepada Debt Colector.

Angger Suhodo teman dekat yang setiap waktu membantu Buseri mengemudikan mobil menceritakan bahwa ketika dirampas dijalan raya, Buseri tidak terima dengan adanya fitnah dari pihak BCA Finance yang menyebutkan adanya indikasi transaksi take over dibawah tangan antara Buseri dengan dirinya. "Fitnah itu dan jelas fitnah, karena saya dan Buseri tidak ada perjanjian atau transaksi apapun yang dituduhkan oleh pihak mereka," ujarnya.

Angger juga akan buat pelaporan polisi jika barang- barang yang menjadi alat untuk dirinya bekerja sebagai jurnalis hilang dari unit R 4 yang dirampas BCA Finance. "Jelas saya akan bikin laporan polisi, selain tentang perampasan unit R 4 juga laporan mengenai hilangnya flash disk yang isinya data-data penting," ujarnya.

"Jeas itu bisa dilaporkan sebagai perampasan toh kunci mobil dan STNK masih saya yang pegang, dan karena itu mereka menderek mobil Buseri," ujarnya.

Sementara itu ketika dimintai keterangan Head Debt Colector BCA Finance Semarang bernama Heskia hanya mengatakan bahwa kasus dugaan perampasan itu tidak perlu diberikan penjelasan lagi. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News