BKNI Akan Bangun Klinik Kelas Internasional Berkonsep Medical Tourism Senior Living Di Majalengka

MAJALENGKA - Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) Republik Indonesia melakukan audiensi dengan Pemkab Majalengka terkait rencana pembangunan klinik kelas internasional program pembangunan klinik pratama dan hunian medical tuorism senior livingbdi Ruang Rapat Setda Kabupaten Majalengka, Jalan Ahmad Yani nomor 01, Rabu (8/1/2020).

Hadir mewakili Bupati Majalengka, Asda Bidang Pemerintahan dan Kesra H. Abdul Gani, Kabag Tapem Setda Majalengka Rahmat Gunandar, Perwakilan Kesbangpol dan undangan lainnya.

EDP BKNI Gamal Abd Kholik mengatakan, Badan Ketahanan Nasional dan Internasional RI dengan Aliansi Praktek Dokter Mandiri Indonesia (APDMI) punya program membangun 1000 klinik di seluruh Indonesia dan mendapat lokasi di Padahanten Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka seluas 5 hektar.

"Mohon dibantu perizinannya dan target satu tahun selesai dan 2021 sudah selesai,"ungkapnya.

Gamal mengungkapkan pembiayaan pengobatan tidak mutlak orang luar negeri, bisa lingkungan sekitar dan warga menengah ke bawah bisa gratis.

"Pembangunan poliklinik ini menggunakan dana konsorsium kerjasama dengan 202 negara dan tidak akan mengganggu APBN/APBD dengan anggaran pembangunan klinik Rp. 70-75 miliar termasuk pembebasan tanah, kewajiban Pemda hanya soal perizinan,"jelas Gamal.

H. Asep Fardan Suryawirawan Korlap BKNI Jawa Barat mengatakan BKNI dan APDMI punya program membuat klinik bertaraf internasional yang menampung usia lanjut dari Luar Negeri dan yang membayar  ada Lembaga Penjamin dari tiap-tiap negara.

"Mereka para pasien jompo ini punya biaya hidup rata-rata 133 dollar US, APDMI dengan BKN RI ini punya inisiatif membangun klinik dengan cost 100 USD per hari dan menyerap perawat sekitar 400 orang dari 100 guest house, ditambahkan dokter, office boy dan lain-lain sekitar 700 orang tenaga kerja,"ungkapnya.

Fardan memaparkan dibangunnya klinik bertujuan dibangun di kabupaten/kota yang berkembang dan pembangunannya dibiayai BKNI dan APDMI sebagai operator dan sudah ada lahan 5 hektar di Sukahaji dengan 100 guest house dengan tema Senior Living Tourism.

"Orang jompo dari luar negeri ini menyerap tenaga kerja satu jompo satu perawat, gaji untuk perawat juga standar Internasional sekitar 4 jutaan. Biasanya TKI kita merawat jompo ke luar negeri, sekarang orang jomponya kita bawa ke kita, jadi tenaga kerja tetap dekat dengan keluarganya,"paparnya.

"Dengan tema Senior Living Tourism, ketika weekend, para jompo orang asing ini bisa dibawa ke tempat-tempat wisata di Majalengka dan akan menjadi program lokal kita atau konten lokal Kabupaten Majalengka,"imbuhnya.

Fardan mengatakan sangat berharap Pemkab Majalengka memberikan respon positif atas program ini sehingga bisa segera realisasikan dan dengan adanya BIJB karena konsumen kita dari luar negeri tentu akan menggunakan Bandara Internasional di Kertajati.

"Pilot projectnya di 30 titik termasuk Majalengka dan sesuai visanya, orang jompo dari luar negeri ini akan dirawat selama 3 bulan. Di Majalengka akan diupgrade dari faktor psikologisnya,  akan diajak ngoyos atau tandur atau rekreasi ke tempat-tempat wisata,"ujarnya.

Sementara itu, Asda Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Majalengka H. Abdul Gani mengatakan pihaknya akan menyampaikan ke Bupati, dan memang fasilitas kesehatan ini baru punya 2 RSUD dan cakupan BPJS masih dibawah dan mudah-mudahan meningkatkan IPM.

"Kami akan mengkajinya dan mungkin akan dibahas khusus dalam Rapat Koordinasi Terbatas dan pimpinan kami Pak Bupati yang akan menentukan langkah selanjutnya,"tandasnya. (Man)

Tags:

Berita Terkait

Related News