HUT PDI Perjuangan Ke-47, Ono: Tetap Solid Dan Konsisten Bela Wong Cilik

JAKARTA,- Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono berharap di usianya yang ke- 47, PDI Perjuangan tetap menjadi partai yang peduli rakyat dan konsisten membela wong cilik.

Menurut Ono, ia telah 21 tahun bergabung dengan PDI Perjuangan, mulai dari tingat Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga saat ini menjadi Ketua DPD Jabar.

"PDI Perjuangan menjadi tempat, menjadi wadah bagi saya dan kader lainnya untuk memperjuangkan rakyat kecil serta selalu konsisten terhadap ideologi Pancasila," kata Ono saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1)

Menurutnya, selama 47 tahun,  PDI Perjuangan solid bergerak untuk rakyat. Tak hanya fokus pada wong cilik, PDI Perjuangan juga sangat tepat bagi anak muda.

"Apalagi bagi anak muda yang memiliki wawasan yang luas, dengan politik yang gembira dan menyenangkan PDI Perjuangan merupakan tempat yang sangat tepat bagi kaum muda Indonesia," imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPR RI ini juga mengatakan PDI Perjuangan adalah wadah kebudayaan, dimana seni kebudayaan daerah dan lokal bisa disalurkan melalui PDI Perjuangan

"PDI Perjuangan konsisten bergerak di jalur agama dan budaya. Solid bergerak, wujudkan Trisakti untuk Indonesia Raya. Semoga PDI Perjuangan tetap Jaya," tandasnya.

Dalam Rakernas I tahun 2020 sekaligus HUT ke-47 ini yang digelar Jumat (10/1) - Minggu (12/1) PDI Perjuangan mengagendakan pembahasan tiga isu utama, yakni ilmu pengetahuan, industri rempah dan lingkungan hidup.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya menginginkan industri berbasis riset dan inovasi masuk dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Hal itu penting untuk membangun kesejahteraan negara secara komprehensif tanpa menghilangkan identitas bangsa.

"Hal-hal strategis terkait dengan haluan negara melalui kebijakan strategi yang dijalankan dengan semangat berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari," kata Hasto dalam keterangannya.

Selain ilmu pengetahuan, Hasto juga menegaskan PDI Perjuangan menginginkan kejayaan rempah-rempah pada masa lalu bangkit kembali.

Oleh karena itu, dalam Rakernas I PDI Perjuangan akan ditampilkan pameran rempah nusantara, sumber pangan dan bumbu-bumbuan.

Hasto meyakini kekayaan minyak aromaterapi, pameran teknologi terapan, obat-obatan herbal, dan berbagai bentuk ekonomi gotong royong akan membuka mata masyarakat akan pentingnya rempah-rempah nusantara.

"Pameran tersebut bersifat terbuka bagi publik, khususnya bagi kaum muda Indonesia," tuturnya.

Terkahir, kata Hasto, isu utama yang dibahas adalah lingkungan hidup.

Menurut Hasto hal itu penting untuk menyikapi berbagai kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir, tanah longsor, dan membanjirnya sampah tanpa proses pengolahan yang memadai, serta hilangnya sumber mata air.

"PDI Perjuangan menaruh perhatian yang begitu besar guna mengimplementasikan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memastikan pencegahan berbagai persoalan lingkungan tersebut. Kami akan mengundang BMKG, BNPB, BNPP, dan para ahli lingkungan serta pihak terkait sehingga PDI Perjuangan hadir sebagai pelopor pencegahan banjir di seluruh wilayah Indonesia," jelas Hasto.

Hasto mengatakan Rakernas akan dihadiri oleh 4.731 peserta, yang berasal dari struktur, legislatif dan eksekutif dari kader PDI Perjuangan.  

"Rakernas dan HUT akan ditutup dengan Malam Kebudayaan yang menampilkan Indonesia dalam kepaduan berbangsa," pungkasnya. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News