Ini Penjelasan Pihak Pengelola Elektronik Parkir Pasar Kepuh

KUNINGAN,- Banyaknya penolakan dari berbagai kalangan, termasuk pedagang, pengelola parkir Pasar Kepuh, akhirnya memberikan keterangan,

General Manager M2 Parking, Helmi Sofyan menegaskan bahwa pihaknya sudah berpengalaman mengelola perparkiran di berbagai kota di Indonesia. terkait kehadiran perusahaannya  sebagai pengelola parkir dan pelaksanaan sistem perparkiran yang akan dijalankannya di pasar tersebut.

"Di Kuningan, kami telah memetakan 9 titik lokasi. Namun yang pertama masuk, adalah Pasar Kepuh ini. Dalam menjalankan sistem perparkiran M2 Parking memerhatikan kearifan lokal,"  ujarnya didampingi Kepala Cabang M2 Parking Kuningan, Nana "Rambo" di kantor pengelola Parkir Pasar Kepuh Kuningan baru-baru ini.

Ia menjelaskan, sebelum ujicoba operasional, saat pemasangan infrastruktur parkir di Pasar Kepuh, pihaknya melihat tidak ada kendala. Namun, dikatakannya, saat mulai dioperasikan, malah muncul kendala.

Helmi mengatakan, kehadiran M2 Parking di Pasar Kepuh, sebenarnya tidak memberatkan warga, baik pengunjung, maupun pedagang. Justru, ia mengklaim, pengelolaan perparkiran yang dikelolanya akan meningkatkan pendapatan daerah dari sektor parkir.

"Kemudian, untuk warga pedagang  di sini, kami gratiskan. Hanya mengganti biaya kartu member saja sebesar Rp 15 ribu per tahunnya," katanya.

Pihaknya juga mengasuransikan setiap kendaraan yang membayar parkir dengan sebelumnya melengkapi dahulu sistem keamanan parkir seperti penempatan CCTV di beberapa titik.

Ia menekankan bahwa M2  Parking tidak membebankan biaya parkir untuk kendaraan yang sekadar lewat saja. Hanya saja, untuk bisa lewat, pengendara harus meluangkan waktu sebentar untuk memijit tombol portal agar bisa terbuka.

"Tingal pijit tombol, silakan lewat saja, jika kurang dari lima menit, tidak akan dibebani biaya parkir. Waktu tempuh dari pintu masuk ke pintu keluar ini pun sudah kami hitung  tidak akan sampai lima menit," kata Helmi.

Di samping itu, jalan umum, di depan Pasar Kepuh, tidak termasuk konsep area parkir yang dikelolanya. Kehadiran portal di sana, disebutnya, hanya untuk mengatur lalu lintas agar tidak ada kemacetan.

"Kami sudah menghitung dan membuat rekayasa lalu  lintas untuk mengurangi  kemacetan lalu lintas. Saat kami uji coba kemarin, memang terbukti, dan banyak warga yang mengapresiasi," tutur Helmi.

Tarif parkir elektronik yang akan diberlakukan pun, diakuinya tidak akan membebani warga. Dengan hanya sekali bayar, warga pengunjung pasar bebas parkir di beberapa lokasi/toko di Pasar Kepuh tanpa akan ditarik biaya parkir seperti biasanya.

"Hanya sekali bayar, tarifnya flat bukan dihitung per-jam, bisa seharian di Pasar Kepuh ke toko mana saja silakan, bayarnya tetap sekali, " pungkas Nana Rambo. (om)


 

Tags:

Berita Terkait

Related News