Penghuni Asrama Wyata Guna Bertahan Di Trotoar

BANDUNG, - Nasib penghuni asrama Balai Wyata Guna harus terkatung-katung setelah dilakukan pengusiran Selasa malam oleh pemerintah.

Salah seorang masiswa Wyata Guna Elda Fahmi (20) meyebutkan, sejak Wyata Guna berubah menjadi balai, pelayanan secara kualitas, kuantitas dan durasi waktu kepada tunanetra menjadi berkurang dan terjadi di seluruh Indonesia.

"Saat ini kami memilih bertahan di trotoar untuk meminta kejelasan dan solusi dari pemerintah," katanya saat dijumpai di depan trotoar Balai Wyata Guna, Rabu (15/1).

Elda mengatakan pihaknya akan bertahan hingga pihak Balai Wyata Guna dan pemerintah memberikan solusi yang cepat, tepat dan pas bagi penyandang disabilitas tunanetra.

Sebab, menurutnya sejak 2019 sudah melakukan audiensi namun tidak ada solusi hingga sekarang ini.

"Kalian gak punya hak disini lagi, ini udah balai. Kalian tolong pergi karena kami tidak memberikan pelayanan lagi," ujarnya menirukan kata-kata pihak Wyata Guna kepada mereka.

Lanjut dia, saat ini balai hanya melayani untuk pendidikan vokasional atau lanjutan. Namun hanya menerima siswa lanjutan dari panti saat ini panti sosial tunanetra di Indonesia sudah tidak ada dan berubah menjadi balai oleh Kemensos.

"Tunanetra yang harus mendapatkan pendidikan dasar SD dan SMP misal sekarang harus dipaksa masuk ke jenjang SMA. (Mereka) diajarin mengenai pertambahan, pengurangan dan dikasih soal logaritma. Kejadian miris yang terjadi di dunia tunanetra," pungkasnya. (pan)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News