Puluhan Kader GMNI Banjar Kunjungi DTA Riyadus Solihin

BANJAR,- Antisipasi faham radikalisme sejak dini dan memperkuat ideologi Pancasila, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) STISIP Bina Putera Banjar gaungkan program Sekolah Kebangsaan, Sabtu (18/1).

Terkait hal itu, Kader DPK GMNI STISIP Bina Putera Kota Banjar sambangi DTA Riyadus Solihin, Jalan Veteran Dusun Sukamaju 05/05 Desa Mulyasari Kec. Pataruman Kota Banjar.

Kedatangan kader GMNI ini untuk merealisasikan program taktis organisasi dalam upaya memahkan ideologi bangsa Indonesia dan antisipasi faham radikalisme sejak dini terhadap masyarakat melalui Sekolah Kebangsaan.

Ketua DPK GMNI STISIP Bina Putera Kota Banjar, Kresty Amelania Putri mengungkapkan kehadiran dirinya dan para kader untuk memberikan wawasan kepada masyarakat khususnya kepada siswa Diniyah Takmiliyyah Awaliyah (DTA).

"Program Sekolah Kebangsaan ini merupakan bukti keseriusan GMNI sebagai organisasi Mahasiswa berazas perjuangan Marhaenisme dalam menjaga negara kebangsaan Indonesia melalui simpul simpul Pendidikan dini," paparnya.

Kresty berharap, kedepannya melalui program Sekolah Kebangsaan ini para kader GMNI bisa tampil sebagai perekat bangsa. Selain itu, mampu menjadi pelopor yang dapat membentengi masyarakat dari berbagai macam bahaya infiltrasi ideologi luar baik dari barat dan timur yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia.

"Sudah saatnya dunia kampus dan organisasi mahasiswa seperti GMNI, PMII dan lain sebagainya, untuk konsen betul mensosialisasikan pancasila ini dikegiatan organisasinya. Sehingga Pancasila ini bisa berjalan secara masif diseluruh segmen," ucapnya

Kedatangan Kader DPK GMNI STISIP Bina Putera Kota Banjar ini disambut hangat dan baik oleh Kepala DTA Riyadus Solihin.

"Kami menghaturkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada GMNI Kota Banjar yang sudah berkenan berkunjung ke lembaga pendidikan yang kami pimpinan untuk memberikan wawasan Kebangsaan Indonesia dan memantik siswa siswinya dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme," tutur Kepala DTA Riyadus Solihin, Lasiman.

Sementara itu dikonfirmasi melalui jaring telpon selular Ketua DPC GMNI Kota Banjar, Solehan, menuturkan bahwa bangsa Indonesia saat ini telah mengalami amnesia sejarah terhadap Pancasila.

Banyak juga warga Indonesia yang tidak memahami apa makna falsah bangsa Indonesia yang terkandung di dalam sila- sila Pancasila. Hal ini menjadi pemicu kemunduran dalam rasa nasionalisme dan patriotisme warga negara terhadap Pancasila.

"Program Sekolah Kebangsaan GMNI ini siap mengaplikasikan program pendidikan kebangsaan secara serius ke semua segmentasi masyarakat. Karena bagi kami, ini tugas pokok GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang berhaluan nasionalisme dan kebangsaan," tuturnya.

Dalam giat ini siswa siswi DTA Riyadus Solihin diberikan wawasan Kebangsaan dan pendidikan Pancasila. Terlihat puluhan siswa siswi riang dengan menyanyikan lagu lagu nasional dan lagu lagu daerah dan aktif berkomunikasi dengan para kader GMNI. (Yos)

Tags:

Berita Terkait

Related News