Polres Bogor Gerebeg Pabrik Ekstasi Di Kramat Pulo

BOGOR,- Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil menggerebeg sebuah rumah yang dijadikan pabrik ekstasi. Dari rumah tersebut polisi berhasil menyita ribuan butir ekstasi, sabu-sabu dan mesin cetak pembuat ekstasi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erlangga melalui Kapolres Bogor AKBP M. Joni mengatakan terungkapnya pabrik ekstasi ini berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya yang berhasil diungkap Satnarkoba Polres Bogor.

"Kronologi penangkapan yaitu berdasarkan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang diungkap anggota kami. Setelah dilakukan analisa mendalam kami berhasil melakukan penangkapan kepada tersangka Hen alias Her (51). Hasil temuan di lokasi ternyata rumah tersebut adalah tempat produksi narkoba jenis XTC," kata Joni, Selasa (21/1).

Dari rumah yang terletak di Jalan Kramat Pulo Kelurahan Kramat Kecamatan Senen Jakarta Pusat ini petugas menemukan 1320 butir ektasi. Selain itu ada 3 bungkus Powder Ekstacy Siap Cetak Warna Hijau seberat 1.5 Kg, 390 butir bodrek Warna Putih dalam Plastik Bening, 265 butir Bodrek Warna Orange yang merupakan bahan baku pembuatan ekstasi.

Selain itu petugas juga menemukan 5 paket sabu 53 gram serta sejumlah alat-alat pembuat ekstasi dan buku rekap penjualan obat terlarang itu.

"Berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka, bahwa tersangka sudah menjalani usaha produksi ilegal selama 6 bulan, dengan wilayah edar Jabodetabek," ujarnya.

Dari kegiatan tersebut, kata Joni, sehari tersangka dapat memproduksi 144 butir dengan rincian per 10 menit 1 butir.  Harga penjualan per butir kisaran 200-350 ribu. Saat dites urine tersangka juga positif mengonsumsi narkoba.

"Tersangka merupakan produsen inex yang di kendalikan oleh AD (Residivis narkoba vonis hukuman Mati) warga binaan Lapas Cipinang dan Lapas Gunung Sindur dengan  sistem komunikasi terputus," tandasnya.

Polisi mengenakan pasal berlapis pada tersangka yakni Pasal Pengedar Pasal 113 (1), 114 (2),112 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. (wins)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News