Kemenag Akan Atur Teks Khutbah, Ini Tanggapan Aktifis Dakwah

BANDUNG,- Rencana Kementrian Agama (Kemenag) terkait aturan untuk teks naskan khutbah jumat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Hal itu bisa berdampak positif dan juga negatif.

Aktifis Dakwah asal Kota Bandung Ustad Dadan Sundayana menyebutkan, wacana tersebut seperti dua mata uang, bisa mencerdaskan tetapi juga bisa membatasi informasi yang harus disampaikan.

"Kalau alasannya supaya lebih mencerdaskan ummat dengan pengaturan itu dengan catatan materinya lengkap tanpa ditutup satu bagianpun dari agama Islam ini disampaikan," katanya saat di konfirmasi Portaljabar.net Rabu (22/1).

Founder Pejuang Al- Quran Komunity (PQC) ini mencontoh, misal bab jihad yang selama ini jadi polemik harus tetap ada, atau tentang pemahaman khilafah yang tidak boleh di hilangkan.

"Kalau memang seperti itu saya setuju," katanya.

Tapi terang dia, kalau maksudnya membatasi dakwah sehingga agama Islam ini semakit sempit pemaknaannya apalagi untuk menjadi sarana memenuhi kepentingan tertentu maka tidak setuju tentunya.

"Tapi di sisi lain, terang dia, hal ini menuntut para da'i lebih kreatif lagi untuk menyampaikan Islam di tengah segala pembatasan tapi tetap agama Islam ini tersampaikan dengan benar sesuai dengan apa yg digariskan Alloh dan RosulNya," pungkasnya. (pan)

Tags:

Berita Terkait

Related News