Cellica Digembar-gemborkan Menang Pilkada Sebelum Bertanding, KBC : Stategi Politik "Halu" Agar Warga Karawang Kena Cekok

KARAWANG - Memasuki tahun 2020, geliat Pikada Karawang makin terasa. Terutama sekali issue-issue yang beririsan dengan Bakal Calon Bupati petahana, baik incumbent Bupati ataupun Wakil Bupati. 

Apalagi setelah munculnya berita bahwa Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsary (Jimmy) dipastikan menggaet Gina Swara sebagai Cawabupnya. Selanjutnya, rumor mengenai Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang sudah mantap memilih Aep Syaepullah untuk mendampingi pencalonannya di Pilkada.

Direktur KBC (Karawang Budgeting Center) Endang Ayat, mengatakan bahwa berita-berita media dan obrolan warga berkisar tentang prediksi koalisi partai dan figur-figur peminat kursi Bupati, sehingga disengaja ataupun tidak, gejala tersebut telah menggerus/ menyingkirkan nalar sehat publik dalam mengkritisi produk-produk kebijakan dan realisasi capaian visi-misi pemerintahan Cellica-Jimmy.

"Yang cukup menarik bahkan menggelitik isi kepala kita adalah prediksi dan klaim kemenangan Cellica. Dari sudut pandang agama, statement tersebut bisa dikategorikan takabur atau ujub," ujar Endang Ayat.

Ayat menganggap klaim kemenangan dengan rasa takabur dan ujub tersebut sebenarnya sangat biasa dilakukan oleh bakal calon incumbent dan loyalisnya sebagai metode psywar (perang psikologis) untuk menjatuhkan ketahanan mental calon penantang ataupun jurus propaganda dalam menyihir publik dengan metode "halu" atau halusinasi.

"Intinya, berita hiperbola kemenangan Cellica sebelum bertanding, merupakan strategi politis dalam mencekoki pikiran warga Karawang agar berhalusinasi tentang hasil Pemilukada Karawang di bulan September nanti," ujarnya.

Lanjut Ayat, pihaknya dengan mantap menganggap klaim kemenangan Cellica sebelum bertanding sebagai halusinasi yang sengaja dibuat berdasarkan hasil pengamatan dan dinamika yang berkembang serta diskusi panjang di internal KBC.

Kata Ayat klaim kemenangan Cellica yang merupakan halusinasi yang sengaja dibuat agar warga Karawang tercekoki sejak dini. Halusinasi yang dibuat sejak dini ini merupakan strategi untuk menutupi kegamangan Cellica yang tidak yakin menang di Pilkada. Salah satu kegamangan Cellica adalah sikapnya yang menawarkan posisi Cawabup ke banyak orang.

"Gaya seperti ini menjadi pertanda bahwa Cellica masih gamang dan tidak yakin terhadap keunggulan dirinya sendiri, sehingga dia membutuhkan pasangan yang dianggap mampu menutupi kelemahannya, terutama sekali untuk mensupport kekuatan jejaring sosial dan kebutuhan logistik/ amunisi," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News