Pemda Dan Aparat Penegak Hukum Dinilai Tutup Mata Dalam Menindak Pengelola Galian Tanah Merah Ilegal

PURWAKARTA - Akivitas galian tanah merah yang berlokasi di Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, diduga belum mengantongi izin alias ilegal. Warga disekitar lokasi sangat khawatir rusaknya ekosistem karena memasuki musim penghujan.

Kemungkinan terjadi erosi dan longsor sangat tinggi pada saat hujan turun. Hal ini akan berdampak pada keberadaan warga di sekitar lokasi galian.

Warga pun pada Selasa, (22/1) lalu melakukan aksi demo untuk meminta dihentikan segala aktivitas. Namun aksi itu tidak digubris oleh pihak pengelola galian tanah merah.

Berdasarkan pantauan dilokasi, puluhan mobil dump truck masih berlalu lalang mengangkut tanah. Bahkan sepanjang jalan yang dilalui kendaraan dump truck tersebut, tampak tanahnya berceceran sehingga dirasa sangat membahayakan bagi pengguna jalan lain.

Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP), Zaenal Abidin menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Purwakarta dan aparat penegak hukum terkesan tutup mata.

"Padahal jelas-jelas pengusaha galian Mandala dan LMA tidak mengantongi izin. Aneh pemerintah daerah dan juga aparat yang berwajib tutup mata padahal warga sudah melakukan demo, ada apa sebenarnya," tanya Zaenal.

"Dari beberapa LSM pun pernah demo, tapi tidak digubris, lalu kemana peran pemerintah daerah karena hingga saat ini tidak ada tindakan sama sekali,” cetusnya.

Zaenal sangat berharap kepada Satpol PP sebagai kepanjangan tangan Bupati Purwakarta dalam menegakkan Perda, untuk segera meninjau lokasi galian tanah yang berada di desa Sukajaya Kecamatan Sukatani ini.

"Satpol harus turun ke lokasi untuk melakukan tindakan tegas agar tidak ada lagi aktivis galian tanah," tegasnya.

Tambah Zaenal berkaca pada kejadian di Cigelam yang ada aktivitas galian tanah merah ilegal dari pihak kepolisian langsung mengambil tindakan tegas dengan cara merampas kunci alat berat , dan menghentikan aktivitas. "Di Cigelam saja bisa masa sekarang di Sukatanu gak berani," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News