Tebus Traktor Bantuan Pemerintah, Petani Karawang Diduga Harus Bayar Uang Mahar Rp.6 Juta

KARAWANG,-  Pemerintah pusat maupun daerah sangatlah memanjakan para petani di daerah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Tak sedikit bantuan dari pemerintah baik itu berupa peralatan maupun pembenihan dalam membantu petani.

Namun tak sedikit pula bantuan dari pemerintah tersebut dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan dengan cara haram. Sehingga yang tadinya petani menerima bantuan secara gratis karena ulah oknum tersebut membuat petani mengeluarkan biaya yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

Salah satunya terjadi di Kelompok Tani (Poktan) Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran yang diduga jadi lokasi para oknum meraup untung lewat cara haram.

Salah satu Poktan di Desa Lemahduhur melalui anggotanya bernama Haji Icam diduga harus mengeluarkan uang mahar sejumlah Rp.6 juta untuk menebus traktor bantuan dari pemerintah.

"Traktor bantuan pemerintah ditebus oleh Haji Icam sebesar Rp. 6 juta pas ada kegiatan di kantor UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran," ucap narasumber yang meminta namanya dirahasiakan, Selasa (4/2).

Menurutnya, saat dirinya bertanya kepada mengenai adanya uang mahar dan dibenarkan oleh Haji Icam.

"Menurut Haji Icam, lebih baik ditebus daripada tak dimanfaatkan," tuturnya lagi.

Saat ini kata dia, traktor bantuan sudah dipakai Haji Icam secara pribadi dan warga sekitar tidak ada yang berani meminjam karena tidak mengerti traktor tersebut adalah bantuan dari pemerintah.

“Traktornya dipakai untuk pribadi karena warga gak tahu, tahunya itu milik pribadi,” ucapnya.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran, Yadi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa dirinya sudah mempertanyakan mengenai uang mahar Rp.6 juta kepada Jejen selaku ketua Poktan Lemahduhur.

“Saya sudah kontak ke Jejen bahkan sudah dikontak dua kali,” ujar Yadi,

Menurut Yadi, Jejen saat dipertanyakan olehnya membenarkan adanya uang Rp.6 juta tersebut yang dikeluarkan oleh Haji Icam namun sifatnya bukan uang mahar. Jejen kata Yadi berkilah bahwa uang Rp.6 juta tersebut adalah pinjaman dirinya selaku Ketua Poktan kepada anggota Poktan.

Sementara itu Ketua Poktan Desa Lemahduhur, Jejen belum merespon permintaan Portaljabar.net untuk mengkonfirmasi mengenai kebenaran adanya auang mahar dalam bantuan pemerintah kepada petani. (Uya)


 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News