Sepanjang Tahun 2019, 417 Penambang Ilegal Ditemukan Di Jabar

BANDUNG,- Sepanjang tahun 2019 ditemukan ada 417 penambang ilegal atau tidak berizin yang beraktivitas di wilayah Jawa Barat. Salah satunya penambangan batu atau pasir yang cukup marak di provinsi tersebut.

Kabid Pertambangan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Tubagus Nugraha mengatakan, Pemprov Jawa Barat tidak bisa melakukan penindakan terhadap penambang ilegal tersebut. Pasalnya penindakan merupakan ranah pihak kepolisian.

Dengan demikian, pihak terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, untuk menertibkan tambang – tambang ilegal yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten/kota Jawa Barat.

"Dalam hal penindakan, pemerintah provinsi tidak bisa masuk karena bagian dari aparat penegak hukum, termasuk terkait dengan pelanggaran pidana. Hasil pendataan tahun 2019, ada 417 penambang tidak berizin," ungkapnya pada JAPRI di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (6/2/).

Menurutnya selain tidak adanya izin, pengelola tambang nakal tersebut tidak pernah mengindahkan aturan. Para petambang tersebut menggunakan eksavator ditengah badan sungai, maka aktivitas tersebut sudah melanggar aturan, ditambah usaha pertambangannya yang juga ilegal.

"Jadi ada sebuah aktivitas penambangan, yang memasang excavator ditengah badan sungai lalu ke menggali. Mekanisme aturan tidak bisa untuk itu, tambang di sungai tidak menggali kiri-kanan sungai tapi badan sungai. Aturannya ga ada," terangnya.

Dikatakannya untuk penertiban tambang ilegal khususnya yang berada di wilayah konservasi, pihaknya bersama aparat keamanan terkait lainnya melakukan operasi penertiban.

“Sekarang sedang diselesaikan, jumlahnya ratusan gurandil (penambang liar emas)," ujarnya.

Selain menertibkan penambangan ilegal, Pemprov Jawa Barat juga mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perizinan tambang mineral non logam.

"Tahun 2020, target PAD dari sektor ini sekitar Rp.380 miliar," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News