Aep Syaepuloh, Dari Bertaruh Di Dunia Bisnis Hingga Terjun Ke Dunia Politik

JEJAK TOKOH - Menjadi sosok enterpreneur tentu tidak dilalui dengan proses yang mudah, perlu konsistensi, kegigihan serta keberanian untuk mengambil risiko. Hal ini jugalah yang dialami oleh sosok H. Aep Syaepuloh, sosok pebisnis asal Karawang.Mengawali karirnya sebagai seorang pebisnis, Aep mengambil langkah untuk keluar dari zona nyaman keluarganya, dirinya bertekad untuk berdikari dengan bisnis yang dirintisnya sendiri

"Saya tidak mau berada dizona bisnis keluarga saya, saya memilih mengambil jalan lain, saya yakini kemampuan diri saya dan saya bergerak maju," jelasnya kepada Portaljabar.net

Tahun 2005 menjadi titik awal peruntungannya, Aep mencoba menelaah kebutuhan Kabupaten Karawang pada saat itu dimana mulai banyaknya kawasan industri yang bermunculan dengan kebutuhan infrastrukturnya

"Nah berangkat dari analisa itu akhirnya di 2006 saya memulai bisnis konstruksi saya, dengan mendirikan Commanditaire Vennootschap atau Perseroan Komanditer (CV). Bintang Jaya Pratama, saya memulai dengan menjadi subcont (Sub Kontraktor) dalam pembangunan pembangunan kawasan"ujarnya.

Namun, merintis bisnis dari nol diakui Aep tidaklah mudah, berkali-kali dirinya terpuruk hingga menjadi korban penipuan dengan nilai yang cukup fantastis.

"diawal-awal dulu saya sering sekali dibohongi, banyak kerjaan saya yang tidak dibayar bahkan ada yang nilainya mencapai 900 juta rupiah,"kata Aep

Namun demikian, hal itu tidak membuatnya mundur satu langkah pun, Aep berani berkominmen dengan dirinya sendiri untuk sukses dengan pilihannya. dan ternyata hal itu membuahkan hasil, bisnis yang dijalaninya terus berkembang hingga di tahun 2009 perusahaannya membeli 2 unit ekskapator dan 2 mobil dumptruck, di tahun itu pula, dia meningkatkan grade bisnisnya dari CV menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bintang Jaya Pratama Indonesia, tak heran, tender-tender proyek pun banyak digarapnya.

"di tahun itu saya sudah tidak lagi menjadi subcont, saya sudah menjadi maincont di sejumlah proyek penmbangunan kawasan di Karawang, Subang dan Purwakarta."

tidak berhenti disitu, dengan menjaga kualitas kerja perusahaannya pun bahkan bekerjasama dengan Jasa marga dalam sejumlah proyek Jalan Tol salah satunya Tol Cikopo-Palimanan pada tahun 2015.

"Perjalanan inilah yang tentunya mesti saya syukuri, kerugian-kerugian besar yang saya alami ternyata berbuah pada hasil yang berkali lipat lebih besar dari apa yang saya dapatkan hari ini,"tegasnya.

ALASAN TERJUN KE DUNIA POLITIK

"Nazar saya adalah saya wakafkan diri saya untuk pembangunan Karawang, kalaupun saya kalah itu urusan lain, biar Allah yang menentukan dan hidup adalah proses pembelajaran, kalau hari ini kita gagal, maka kita harus memastikan bahwa besok kita berhasil," Aep Syaepuloh

dengan bisnis yang dijalaninya Aep pun berhasil membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang pada berbagai perusahaan yang dimilikinya, mulai dari kontraktor, transportasi hingga property. Meskipun demikian, hal itu belum membuatnya puas, merasa bahwa dirinya mendapatkan begitu banyak karunia dari tuhan membulatkan tekadnya untuk bisa berkonstribusi untuk lebih banyak orang lagi dengan terjun ke dunia politik. Berbagai tawaran untuk bergabung ke partai politik sebetulnya sudah diterima aef sejak 2009.

"2009 saya ditawari nyaleg, 2015 saya ditawari maju sebagai kandidat calon bupati, tapi disaat itu saya belum mau, karena saya masih merasa perlu belajar lagi, selain itu saya juga merasa bahwa perusahaan-perusahaan yang saya dirikan belum waktunya untuk saya tinggalkan,"jelasnya.

barulah di tahun 2020 ini, Aep membulatkan niatnya untuk menjadi salah satu kandidat calon kepala daerah. Dirinya meyakini, pengalaman serta visinya harus diaplikasikan dalam pembangunan daerah, sehingga maju sebagai kandidat calon kepala daerah adalah salah satu cara yang paling tepat.

"untuk kali ini saya sudah siap melepas perusahaan-perusahaan yang saya dirikan, dan saya juga sudah menyiapkan berbagai ide pembangunan untuk Karawang,"jelasnya.

Aep optimis akan memenangkan kontestasi politik yang akan berlangsung pada akhir tahun 2020 nanti

"saya masih terus berkomunikasi dengan kandidat lainnya untuk menyamakan visi dan misi dan menemukan pasangan yang pas,"Ungkap Aef.

disinggung terkait menang dan Kalah, aef berujar bahwa semuanya bergantuk pada jalan takdir, jika menang dirinya akan menyumbangkan seluruh gaji nya untuk anak-anak yatim dan duafa.

"ya itulah nazar saya, kalaupun saya kalah itu urusan lain, biar Allah yang menentukan dan hidup adalah proses pembelajaran, kalau hari ini kita gagal, maka kita harus memastikan bahwa besok kita berhasil,"pungkasnya.

Tags:

Berita Terkait

Related News