Keluarkan Dua Siswa Secara Paksa, Kepsek Rukmini Dan Oknum Korwil Karawang Timur Harus Disanksi

KARAWANG - Belum usai polemik kegagalan try out full online siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Kabupaten Karawang yang telah mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kabupaten Karawang, kali ini dunia pendidikan di Kabupaten Karawang telah tercoreng kembali oleh tingkah laku Rukmini oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) Adiarsa Timur 2 yang telah mengeluarkan 2 siswanya.

Dikeluarkannya dua siswa secara paksa oleh Rukmini karena orang tua siswa telah melaporkan adanya dugaan Pungli (Pungutan Liar) di sekolah tersebut. Ironisnya, Rukmini selaku Kepsek berdalih bahwa ke 2 siswa tersebut tidak ada dalam Dapodik dan dikeluarkannya ke 2 siswa tersebut atas dasar permintaan dari orangtua siswa lainnya.

Bahkan tidak tanggung - tanggung, Udin selaku Korwilcambidik Karawang Timur turut membela keputusan pihak SDN Adiarsa Timur 2 atas kesalahan yang telah diakukan oleh Kepsek tersebut yang merupakan anak buahnya.

Menanggapi hal itu, pengurus Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Karawang, Andri Kurniawan geram ketika mengetahui kabar adanya siswa SD yang dipaksa pindah oleh pihak sekolah.

"Ada yang janggal dalam permasalahan ini, kalau pengakuan Kepsek ke media massa pemindahan kedua siswanya itu berdasarkan permohonan orang tua siswa lainnya. Tapi dalam Surat Keterangan Pindah Sekolah alasan yang tertuang atas dasar permohonan kedua orang tua siswa," ujar Andri, Sabtu (8/2}.

Menurut Andri yang dikenal berparas ganteng ini adanya ketidakberesan yang paling nyata yaitu antara pernyataan Kepsek di media massa dengan isi surat bisa berbeda.

"Isi surat dan pernyataan saja sudah mengindikasikan ketidakberesan. Belum lagi ada pernyataan kontradiktif lainnya, yaitu Kepsek dan Korwilcam mengatakan bahwa kedua siswa tersebut tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)," ujarnya.

Sementara kata Andri salah satu anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) mengatakan kedua siswa tersebut terdaftar di Dapodik, karena sudah dilakukan pengecekan.

Karena itu Andri meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, khususnya Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) untuk segera memanggil Kepsek dan Korwilcambidiknya yang telah berlaku seenaknya.

"Jika terbukti ada kesewenang - wenangan. Saya meminta agar Disdikpora Karawang dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang untuk memberikan sanksi tegas terhadap keduanya," ujarnya.

Andri juga mengaku akan terus monitor perkembangan masalah ini dengan cara memfollow up secara terus menerus kepada Kabid SD Disdikpora dan Kepala Badan (Kaban) BKPSDM Karawang. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News