Dari Rp.10 Ribu Hingga Rp.500 Juta

"saya tidak pernah bermimpi bisa mewujudkan harapan orangtua saya, bahkan melipat gandakan kata 10 riibu menjadi ratusan juta rupiah, namun tentu ini melewatii perjalanan panjang yang penuh dengan pahit manisnya,"Ungkap H. Zaenal Arifin

JEJAK TOKOH - Tidak pernah ada cita-cita istimewa yang terlintas dpikiran H.Zaenal Arifin, pengusaha muda asal Karawang yang kini namanya mulai banyak dibicarakan. Sejak duduk di bangku sekolah dirinya hanya ingin menjadi karyawan perusahaan swasta, memiliki gaji tetap dan cukup untuk memenuh kebutuhan hidupnya.

Namun ternyata apa yang menjadi angan-angannya tidak sejalan dengan apa yang diharapkan oleh orangtuanya yang memiliki basic sebagai pedagang. Zaenal yang secara diam-diam seusai lulus sekolah mengirmkan surat lamaran pekerjaan ke salahsatu pabrik, akhirnya sempat bersitegang dengan ayahnya yang menolak dirinya bekerja di pabrik tersebut saat membaca surat panggilan kerja.

"waktu itu surat panggilan kerja dikirim ke rumah, bapa yang terima dan saya dipanggil, disitu saya dimarahi habis-habisan, beliau bilang tidak sudi menyekolahkan saya habis-habisan jika hasiilnya anaknya hanya menjadi budak, yang masih terngiang ditelinga saya adalalah kalimat lebih baik kamu punya uang 10 ribu hasil dagang daripadada 3 juta menjadi budak"jelas H.jaenal saat diwawancarai Portaljabar.net

Kejadian itu, akhirnya menjadi cambuk bagi Zaenal untuk bisa menjawab apa yang diinginkan orang tuanya, berbagai upaya dilakukannya untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Pahit manis perjalanan telah dilaluinya, bersama rekannya Jenal mengawali bisnisnya dengan membuat pabrik kue semprong (salah satu camilan khas Karawang), namun sayang krisis moneter tahun 1998 turut membuat bisnisnya gagal.

"Itu menjadi pelajaran pertama bagi saya, saya tidak mundur, saya terus berusaha,"katanya.

untuk mencari modal kembali, Zaenal memutuskan menjadi tukang ojeg selama kurang lebih dua tahun. lantaran ingin mencari peluang lain dirinya pun beralih profesi menjadi sopir truk pengangkut batu, profesi ini dilakoninya selama 4 tahun sambil sedikit demiii sedikit menabung, hingga akhiirnya usahanya mulai membuahkan hasil, dirinya berhasil membeli 1 unit truk meskipun dengan mencicil.

"Alhamdulillah waktu itu mulai nyicil truk sampe lunas, dan ini saya rasa menjadi titik awal keberhasilan saya,"katanya.

Zaenal, yang dulu saat menjadi sopir truk hanya digaji sebesar 10 ribu rupiah perhari tidak pasrah dengan keadaan, untuk biisa mewujudkan impiannya diseparuh waktu bekerjanya dia rela bekerja membongkar muatan truknya sendiri agar mendapatkan uang tambahan.

"dari uang-uang itu saya tabung menjadi emas yang saya iingat dulu itu sampai terkumpul 50 gram emas,"jelasnya.

Dengan tekad dan keberaniannya merubah nasib, Zaenal akhirnya mencoba mendirikan bisnis sendiri, akhirnya kini Zaenal pun memiliki 3 perusahaan yang masing-masing bergerak di bidang Transportasi, Batching Plant dan Penggilingan Pasir.

"ini adalah jalan hidup yang saya kejar, saya yakin Tuhan menilai usaha kiita, gak sia-siia saya nyupr truk, panas-panasan dan alhamdulillah allah menjawab mimpi saya,"tandasnya.

Waktu bertahun berlalu, cambuk “lebih baik 10 ribu” yang dilontarkan orangtuanya pun kini berbuah manis, bukan hanya 10 ribu tapi, dalam satu bulan Zaenal bisa meraih laba hingga 500 juta rupiah.

“Ini labih dari apa yang saya bayangkan, saya hanya bisa mengucap syukur dan menjaga dengan baik apa yang telah Allah berikan kepada saya,”ujarnya.

Tidak juga hanya sebatas penghasilannya yang sangat besar, tap yang lebih membanggakan, kini drinya berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan orang pegawainya. Namun tentunya hal itu dirasa Zaenal belumlah cukup, kini dirinya memberanikan diri untuk terjun lebih jauh ke dunia politik dengan maju sebagai kandidat bakal calon kepala daerah.

Setelah mendaftar ke sejumlah partai Politik, Zaenal memantapkan dirinya untuk memberikan konstribusi lebih bagi pembangunan daerahnya.

“Saya berharap apa yang ada dikepala saya, gagasan saya, pikran saya dapat disalurkan dalam bentuk kebijakan pembangunan daerah yang bisa mensejahterakan rakyat,”sambungnya.

Zaenal mengakui, langkahnya di dunia politik tidak sama sekali lantaran ambisi, tetapi murni dorongan batinnya untuk berkontestasi dalam membangun gagasan kesejahteraan rakyat. (MA)

Tags:

Berita Terkait

Related News