Sakura Medical Bandung Digeledah Bareskrim Mabes Polri

BANDUNG,- Toko perlengkapan medis Sakura Medical Dental Laboratorium & Chemical di jalan Pajajaran Bandung digeledah Anggota Bareskrim Mabes Polri, baru-baru ini.

Penggeledahan ini dilakukan terkait dugaan pemalsuan tanda tangan salah satu ahli waris dari pemilik Sakura Medical yang diduga dilakukan ahli waris lainnya.

Penggeledahan Sakura Medical oleh Bareskrim Mabes Polri yang dilakukan pada Januari 2020 akhirnya tercium oleh media sehingga muncul ke permukaan.

Informasi yang dihimpun, korban dari kasus Sakura Medical ini ditangani oleh Kantor Hukum Mohamad Ali Nurdin dan Rekan.

Saat ditemui awak media, Ali Nurdin mengatakan, akibat dari pemalsuan tanda tangan yang dilakukan ahli waris lainnya, Samuel Jaya Effendie selaku ahli waris dalam akta otentik.

"Akibatnya klien kami kehilangan hak waris yang berasal dari peninggalan mendiang kedua orang tuanya selaku pemilik Sakura Medical," beber Ali di kawasan Jalan Braga, Rabu (12/2).

Ali menyebut, terkait dugaan pidana tersebut, korban Samuel Jaya Effendie smelalui pihaknya selaku kuasa hukum membuat Laporan Polisi di Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pelanggaran tindak pidana pemalsuan surat UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 263, Keterangan Palsu Dalam Akta/Otentik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 266, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU/Money Laundering) UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Pasal 3 dan Pasal 4.

"Ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun," tegasnya.

Lebih lanjut Ali Nurdin mengatakan, Laporan Polisi tersebut selain didasari atas telah terjadinya pemalsuan tanda tangan dalam akta otentik yang menyebabkan Samuel Jaya Effendie kehilangan hak-haknya.

Selain itu, hal ini dikarenakan telah terjadinya peralihan kepemilikan atas aset yang ada kepada pihak ketiga tetapi ditemukan kejanggalan.

"Karena pada kenyataannya aset-aset tersebut masih dikuasai oleh OJE selaku ahli warisnya," bebernya.

Ali Nurdin menegaskan, atas laporan tersebut pihak berwajib pada Januari 2020 telah menindaklanjuti dengan proses penyelidikan.

Selain itu, kata dia, telah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap pihak-pihak terkait, salah satu yang digeledah adalah Sakura Medical yang berlokasi di jalan Pajajaran Bandung.

"Polisi juga telah menetapkan beberapa orang tersangka terkait laporan dari Samuel Jaya Effendie," ungkap Ali Nurdin.

Ali berharap dalam waktu dekat pihak berwajib dapat mengungkap kejahatan yang terjadi di Sakura Medical.

Menurut sumber yang didapat, Law Firm Hotman Paris & Partners sudah tidak lagi menjadi penasihat hukum OJE yang menguasai aset-aset Sakura Medical.

"Pada awalnya kedua belah pihak penasehat hukum menyarankan untuk berdamai, namun menemui jalan buntu dalam prosesnya," pungkasnya. (nie/*).

Tags:

Berita Terkait

Related News