Perkembangan Kasus Oknum Dewan Ngancam Gebukin Panitia 11, LMP : Minggu Depan Audiensi Dengan Pimpinan Dan BK DPRD

KARAWANG - Kejadian beraroma premanisme diduga terjadi pada tanggal 23 Januari 2020 pada saat rapat penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Lemahmakmur Kecamatan Tempuran. Di mana ketika saat rapat diskors pada pukul 14.00 WIB, datang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang dari Fraksi Partai Gerindra berinisial ASZ diduga telah mengucapkan kalimat pengancaman terhadap Panitia 11.

Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Marcab LMP) Karawang, H. Awandi Siroj Suwandi sempat geram atas ulah oknum anggota DPRD tersebut. Bahkan laki - laki yang biasa di sapa abah ini sempat beberapa kali mengemukakan pendapatnya di media massa.

Bah Wandi juga tidak tanggung dalam menyikapi kasus ini. Pihaknya pun sudah melayangkan surat permintaan audiensi dengan unsur pimpinan serta Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang.

"Saya sudah melayangkan surat permintaan audiensi sejak minggu lalu, dan sudah di terima langsung oleh Sekretariat Dewan (Setwan). Namun kami mendapat telephon dari ajudan Ketua DPRD Karawang, bahwa akhir minggu kemarin semua Dewan sedang Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar Provinsi, dan minggu ini sejak dari hari Senin ke 50 anggota Dewan sedang melakukan reses," ujar Bah Wandi kepada Portaljabar.net, Kamis (13/1).

Namun Bah Wandi memastikan untuk minggu depan audiensi harus dapat segera di realisasikan. "Tidak ada alasan lagi, pimpinan dan BK DPRD Karawang tidak dapat menerima permintaan audiensi kami," ujarnya.

Menurut Bah Wandi untuk dua pekan ini pihaknya masih memberikan toleransi, karena memang alasannya rasional. Tapi untuk minggu depan Bah Wandi berharap pimpinan serta BK DPRD Karawang dapat meluangkan waktu satu hari untuk menggelar audiensi dengan lembaganya.

"Jangan sampai kami menggelar pasukan untuk melakukan aksi moral.",

Dan yang tidak kalah penting kata Bah Wandi, yaitu mengenai kelanjutan soal agenda orang dekat ASZ yang akan melaporkan dugaan pemerasan yang mengatasnamakan awak media.

"Ayo dong laporkan, jangan hanya koar - koar di media saja. Kalau memang merasa di peras, segera buka Laporan Polisi (LP), jangan hanya gertak sambal," tandasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News