Menuju Tahta Lemahduhur Satu, Cali Suherli Dari Tukang Potong Ayam Hingga Biro Jasa Admin Kependudukan

KARAWANG - Cali Suherli, seorang jawara dengan ekonomi sulit asli Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran kembali berjuang menuju tahta Lemahduhur satu di Pilkades tanggal 23 Februari 2020 mendatang. Tak sedikit yang mencibirnya karena nekat bertarung di Pilkades yang sudah kental akan pertarungan uang dan logistik

Sebagai seorang warga yang lahir dari kalangan menengah ke bawah, bukannya tidak tahu diri, namun Cali ingin membuktikan bahwa warga miskin mampu mampu menjadi pemimpin. Cali ingin membantu warga terutama yang miskin jika dipercaya memimpin.

"Saya sangat mengerti bagaimna sulitnya jadi orang miskin. Saya sudah hapal betul bagaimana sulitnya bertahan hidup hanya untuk sekedar mencari makan," ucap Cali.

Cali menceritakan kisahnya yang penuh kesusahan berjuang dalam bertahan hidup dari tukang potong ayam hingga jadi biro jasa admin kependudukan.

"Saya mantan tukang potong ayam hingga jadi biro jasa bikin ktp kk dan admin kependudukan lainnya semua saya lakoni hanya untuk bertahan hidup," ujar Cali.

Sebagai biro jasa admin kependudukan, Cali awalnya mengaku tergerak untuk merapihakan data kependudukan warga Desa Lemahduhur yang masih acak-acakan. "Awalnya coba membantu warga bikin KK KTP, lama-lama saya paham betul mengenai admin kependudukan," ujarnya.

Ada saja cerita duka dirinya yang menjadi biro jasa. Setelah membantu warga menjadikan KK KTP, Cali mengaku sering tidak diberi uang transport oleh warga. "Banyak yang gak ngasih apa-apa ke saya, tapi ada juga yang pengertian memberikan uang untuk transport ke Disdukcapil, sehingga saya tetap bisa berangkat," ungkapnya.

Namun suka dan duka dirinya membantu mengurus admin kependudukan warga kata Cali merupakan modal yang cukup berharga bagi dirinya saat ini dalam Pilkades. Karena selain mengetahui satu persatu warga Desa Lemahduhur, Cali juga mengaku bisa semakin dekat dengan warga atas jasa yang diberikannya.

"Kalau disebut jadi biro jasa menguntungkan saya kira gak juga hanya sekadar bertahan hidup saja. Namun yang paling penting saya bisa lebih dekat dengan warga, terlepas nantinya mereka memilih saya atau calon kades yang lain itu merupakan hak asasi masing-masing," ujarnya.

Selain berbekal kedekatan dengan warga, Cali mengaku nekad mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin di Desa Lemahduhur menuju adil makmur karena ada dorongan para sepuh dan para karuhun/leluhur.

"Para sepuh dan karuhun mendorong saya maju, ya saya siap. Walaupun kami akui bahwa kami tidak begitu mempunyai modal uang yang banyak. Tapi kami punya banyak modal strategi untuk pembangunan baik dibidang infrastruktur jalan, jembatan,tersier, gedung dan ekonomi kerakyatan dibidang perdagangan dan jasa," ujarnya.

Cali juga kembali menegaskan akan memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat. Selain itu dia juga siap ketika dipercaya masyarakat memimpin Lemahduhur untuk menerima saran dan pendapat untuk kepentingan pembangunan desa.

Namun dirinya juga sanggup mundur dari jabatan Kepala Desa jika bertindak menyimpang, karena janji saya dengan para sepuh adalah janji mati.

"Ketika saya tidak amanah menjalankan tugas sebagai abdi negara menyimpang dari aturan UUD 45 maka saya siap mengundurkan diri jadi abdi negara tanpa harus ada gerakan moral. Kontrak saya dengan para sepuh itu berat, jika saya menyimpang maka taruhannya adalah nyawa saya sendiri," ujarnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News