DPRD Jabar: Poltek Kelautan Perikanan Pangandaran Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

BANDUNG,- Komisi II DPRD Jabar siap mendukung pengembangan dan kemajuan Politeknik Kelautan Perikanan (KP) Pangandaran untuk meningkatkan SDM Nelayan dan meningkatkan tarap hidup keluarga Nelayan Jabar.

Sekretaris Komisi II DPRD Yunandar Eka Prawira mengungkapkan, keberadaan Politeknik KP Pangandaran dibawah langsung pembinaan Kementian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tentunya sangat sejalan dengan UU dan Perda Jabar tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.

Menurut Yunandar, keberadaan Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Jabar diharapkan juga meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Jabar.

"Dengan adanya Politeknik KP ini, kita harapkan dapat memutus matarantai kemiskinan dan kebodohan keluarga nelayan Jabar," kata Yunandar didampingi anggota Komisi II  lainnya, Tia Fitriani dan Sari Sundari usai menerima kunjungan rombongan Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Rabu (12/2) silam.

Yunandar menyebut, selama ini salah satu permasalahan nelayan adalah soal sumber daya manusia (SDM). Setiap tahun, kata dia, jumlah nelayan tidak juga bertambah

Padahal provinsi Jabar memiliki laut yang cukup luas sekitar 7 ribu kilometer persegi  atau lebih dari ½ luas daratan provinsi.

"Bahkan kini luas 12 mil lautan sudah diberikan kewenangan provinsi ditambah garis pantai hampir 400ribu KM. Tapi jumlah nelayan tak bertambah dan selalu miskin," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Pihaknya mengapresiasi KKP yang telah membangun fasilitas pendidikan dan pelatihan menjadi nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, pengelolaan hasil tambak ikan dan juga ada ekonomi kreatif sebagai kewirausahaannya.

"Yang juga membanggakan sekitar 80 % mahasiswanya berasal dari Jabar. Tentunya ini menjadi solusi karena kita sedang kesulitan mencari jalan keluar masalah kenelayanan, tiba-tiba Kementrian KPRI mendirikan Politeknik KP di Pangandaran. Hal ini harus kita dukung bersama, bahkan kalau bisa terus ditingkatkan," tuturnya.

Yunandar mengatakan, sebenarnya keberadaan Politeknik KP Pangandaran sudah cukup karena didukung penuh oleh Pusat. Namun, pihak Politeknik KP ingin percepatan, untuk itu mereka minta mendukung kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar dan DPRD Jabar dalam mendukung kerja praktek bagi seluruh taruna/ mahasiswanya.

Selain itu, kata dia, Politeknik KP juga ingin percepatan penambahan jumlah taruna/ mahasiswa, dimana saat ini jumlah tarunanya baru ada 275 orang, sedangkan ranjang yang disiapkan sudah ada 300 ranjang. Namun mereka menginginkan penambahan taruna menjadi 600 orang.

"Poltek KP juga mengharapkan adanya bantuan dari APBD Jabar untuk penambahan jumlah asrama dan ranjang taruna termasuk sarana-prasarana pendidikan lainnya," kata dia.

Ia menambahkan, terkait harapan pihak Manajemen Politeknik KP Pangandaran, DPRD Jabar akan upayakan bantu, baik melalui bantuan kebupaten, bantuan langsung hibah maupun kita anggarakan di belanja Dinas KP Jabar. Sehingga Politeknik KP Pangandaran terus berkembang maju.

"Gubernur Jabar juga sebenarnya sangat mendukung pengembangan Pangandaran dan menjadikan pangandaran sebagai KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Sehingga bantuan langsung ke Pangandaran cukup besar dan juga dapat berupa dana hibah untuk membantu pengembangan Politeknik KP Pangandaran," bebernya.

Yunandar mengungkapkan, hal yang perlu diketahui oleh masyarakat Jabar, bahwa selama 3 tahun menjadi taruna/ mahasiswa Politeknik KP Pangandaran, mereka di asramakan tetapi bukan ikatan Dinas.

Istimewanya, untuk pembiayaan, bila mahasiswa tersebut berasal dari keluarga nelayan maka dibiayai oleh pemerintah pusat (APBN) jadi 100% Gratis.

"Tetapi kalau orang tuanya bukan nelayan, misalkan PNS, TNI-Polri atau masyarakat umum maka hanya dikenakan biaya pendidikan sebesar 10% dan 90% lagi dibiayai oleh pemerintah pusat (APBN). Karena bukan ikatan dinas, maka para alumni dapat bekerja di perusahaan nama saja," tandasnya. (adv/*)

 

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News