Tak Bisa Ikut Tes CPNS, Puluhan Guru Honorer Minta Perhatian Pemkab Dan Pusat

KARAWANG, - Sebanyak 20 Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Katagori (GTKHNK) usia 35 tahun lebih yang hadir dalam gedung Paripurna meminta perhatian pada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, Rabu (19/2)

Pasalnya, para Guru Honorer yang usianya lebih dari 35 tahun secara otomatis tidak bisa mengikuti tes CPNS dan menjadi PNS, karena terbentur usia dan tidak masuk katagori 2.

Anggota Komisi IV DPRD Karawang, Saidah Anwar, menyampaikan keprihatinnya kepada semua guru honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS, padahal Guru Honorer yang usianya lebih dari 35 tahun, pengabdian nya dalam dunia pendidikan sudah ada yang sampai puluhan tahun dengan honor yang tidak layak.

Namun mereka selalu semangat mengajar, mencerdaskan bangsa khususnya Kabupaten Karawang.

"Sangat memprihatinkan, pengabdian berpuluh puluh tahun ini belum ada solusinya, dan mereka berniat mengadakan gerakan pada Pemerintah Pusat dengan beberapa tuntutan diantaranya. Mereka yang hadir sekitar 20 orangan dalam gedung Paripurna dan mengikuti proses Paripurna sampai dengan selesai," ucap Saidah Anwar, pada portaljabar.net, Kamis (20/2).

Ia menyampaikan dukungan dan doa yang terbaik untuk guru-guru honorer ini. Menurutnya, pergerakan ini ada di seluruh Indonesia dan di Karawang anggotanya hampir 400 orangan meski tergolong baru didirikan yaitu setelah pendaftaran CPNS.

Ternyata, kelompok ini tidak dapat daftar terbentur usia sedangkan honor mereka hanya Rp. 300 ribu/bulan.

"Harapan saya, tetap semangat bagi rekan rekan GTKHNK 35+ dan smoga perjuangan nya berhasil dan sukses. Semoga pemerintah Pusat/Presiden memperhatikan mereka dan mengargai upaya mereka dengan mengabulkan tuntutan mereka. Kami dari DPRD dan pemerintah Kabupaten Karawang mendukung sepenuhnya perjuangan GTKHNK 35+,"pungkasnya. (wins).


 

Tags:

Berita Terkait

Related News