Lapak Spa, Layanan Prima Wyata Guna

BANDUNG,- Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna meluncurkan dua aplikasi daring berbasis online dengan pendekatan teknologi informasi oleh penyandang disabilitas sensorik netra.

Inovasi terbaru dari BRSPDSN Wyata Guna ini merupakan transformasi dan perubahan yang cepat terhadap dinamika serta kebutuhan publik akan layanan yang efektif dan efisien perlu direspon dengan adanya pengembangan inovasi.

Selain itu, inovasi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik (prima) dalam proses rehabilitasi sosial.

Aplikasi daring tersebut bernama Lapak Spa yang merupakan pengembangan inovasi pelayanan publik di bidang jasa serta manifestasi dari implementasi program rehabilitasi sosial lanjut yang dilaksanakan secara Holistik, Sistematik dan Terstandar.  

Lapak Spa ini digagas untuk memberikan kecepatan dan jangkauan lebih luas dalam layanan pijat massage, shiatsu, pijat spa Rumah Bugar Wyata Guna.

Selain itu, dilaunching juga aplikasi Sipamerwyna yang merupakan aplikasi pengelolaan database Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Wyata Guna untuk mengolah data menjadi informasi yang cepat, akurat dan terukur guna menghadirkan pelayanan publik yang prima.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto, mengapresiasi hadirnya UU No.23 tahun 2014.

"Kami sangat mengapresiasi hadirnya Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah guna menciptakan sinergitas dan integritas layanan rehabilitasi sosial," kata Edi dalam acara yang juga dihadiri perwakilan dari 10 provinsi yang menjadi jangkauan wilayah kerja BRSPDSN Wyata Guna di Bandung ini.

Menurutnya, Rehabilitasi Sosial kini memiliki konsep baru sebagaimana amanah dari Undang-undang Nomor 14 tahun 2019 tentang Pekerja Sosial serta Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2019 tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas.

Secara jelas kedua peraturan perundang-undangan tersebut menjelaskan bahwa rehabilitasi sosial terdiri dari 2 bentuk yaitu rehabilitasi sosial dasar yang dilaksanakan di dalam maupun di luar panti yang menjadi tanggung jawab Gubernur/Bupati/Walikota

Kemudian yang kedua adalah rehabilitasi sosial lanjut yang dilaksanakan di dalam maupun di luar Balai dan Loka yang menjadi tanggungjawab Menteri Sosial dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

"Aplikasi daring Lapak Spa ini juga merupakan bagian dari wujud pengembangkan keterampilan dan pemberdayaan penyandang disabilitas sensorik netra dalam platfom baru program rehabilitasi sosial lanjut dengan pengembangan kapabilitas sosial dan tanggungjawab sosial sebagai outputnya," ujarnya.

Ia mengatakan, hasil yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah tersampaikannya materi perubahan layanan rehabilitasi sosial panti menjadi balai. Selain itu, tersampaikannya materi rehabilitasi sosial tingkat lanjut PDSN BRSPDSN Wyata Guna dan memperoleh masukan terhadap pelayanan yang ada di Wyata Guna.

"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat terjalin hubungan yang harmonis antara Wyata Guna dengan stakeholdernya untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan program rehabilitasi sosial demi kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra di Indonesia," tandasnya. (nie/*)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News