Kasus Korupsi Uprating PDAM Tirta Tarum, Berhenti Di Pelaku Ecek-ecek Atau Berlanjut Ke Mastermind ?

KARAWANG - Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek Uprating Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang Cabang Telukjambe di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) sudah dilakukan penahanan terhadap 3 orang tersangka.

Langkah Kejati Jabar ini dianggap telah tuntas oleh banyak pihak dalam memproses perkara korupsi proyek senilai Rp. 5.492.210.000 dan diduga merugikan negara sebesar Rp 2.687.012.333,10.

Namun tidak demikian bagi pemerhati politik dan pemerintahan, H. Asep Agustian, SH. MH., alias Askun yang mengatakan bahwa perkara ini jangan hanya terhenti di tiga tersangka yang terindikasi hanya dilakonkan sebagai wayang oleh para mastermind (dalang).

"Uang korupsi Rp. 2,6 M ini bukan uang sedikit. Tidak mungkin jika mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Tarum Karawang  Yogie Patriana Alsyah menikmatinya sendiri? Kalau iya dia nikmati sendiri, dia punya apa dan jadi apa dari hasil itu?". Dulu kan pernah beredar dokumen pengakuan mantan Dirut soal aliran uang tersebut, bahkan nama - nama orangnya pun di sebut dengan jelas," ulasnya.

Kata Askun, beredarnya surat pengakuan Yogie dalam kasus dugaan korupsi uprating PDAM Tirtatarum kepada Jaksa Tipikor Kejati Jawa Barat dimana surat tersebut berlogo lembaga penegak hukum Kejaksaan tidak dapat di anggap main - main.

Askun sangat berharap Yogie tetap konsisten dengan pengakuannya, dan semoga dalam persidangan nanti di buka secara terang benderang saja.

"Yogie dan dua tersangka lainnya jangan mau nanggung masing - masing, sementara ada pihak - pihak lain menikmatinya. Kalau sudah kejadian begini kan siapa yang mau nolong ketiganya? Lebih baik buka saja nanti dalam persidangan. Karena logikanya, kalau sudah tersangka, apa lagi sudah di tahan. Harapan untuk lolos itu kecil, bahkan sangat kecil sekali," katanya.

Bahkan Askun menegaskan bahwa pelaku lain yang ikut memakan uang korupsi PDAM Tirta Tarum harus ikut diseret juga

"Enak saja mereka yang ikut serta menikmati kalau harus sampai lolos. Bedah saja nanti dalam persidangan. Lalu soal kabar dihapusnya pengakuan tersebut, kalau memang benar terjadi, ini pertaruhan integritas serta kredibilitas Kejati Jabar," pungkasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News