Miris, Satu Keluarga Harus Tidur Dibawah Terpal Plastik Pasca Rumahnya Ambruk

KARAWANG - Setelah rumahnya ambruk 10 hari lalu, Rumah Bapak Boin (52) warga dusun Teluk bunder Rt 003/001 Desa Dewisari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang hingga saat ini belum diperbaiki. Karena memang tidak ada biaya untuk membangunnya kembali, sehingga satu keluarga harus tidur dibawah terpal plastik. 

Bapak Boim dan Haryani, yang kesehariannya hanya bekerja serabutan, hanya pasrah atas musibah yang menimpanya. Sudah sepuluh hari pasca rumahnya ambruk, bersama istri dan kedua anaknya tidur di atas bale bambu dengan beratapkan terpal plastik. Keluarganya hanya berharap ada dermawan yang mau membantu membangunkan kembali rumahnya, terutama bantuan dari pemerintah Kabupaten Karawang.

Kondisi Rumah Bapak Boin yang Ambruk. (wins/PJ)

 

Yono, selaku tetangga korban, merasa prihatin atas musibah yang menimpa keluarga bapak Boim. Dari semenjak rumahnya ambruk sepuluh hari yang lalu yang menghabiskan semua isi rumahnya, hingga kini belum mendapat perhatian dari pihak pemerintah daerah. 

"Semenjak rumahnya ambruk, pihak Pemdes memberikan sebuah terpal plastik untuk penanggulangan sementara karena saat ini musim hujan. Sedangkan dari pemerintah Kabupaten Karawang sendiri hingga saat ini belum ada perhatiannya," cetus Yono, pada portaljabar.net, Kamis (20/2).

Sementara pemilik rumah, Boim (52), mengakui, pasca musibah rumahnya ambruk, pihak pemdes sudah membantu dengan memberikan sebuah terpal plastik dan membantu membersihkan puing puing reruntuhan rumah.

"Saya dan keluarga hanya bisa pasrah atas musibah ini, dan saya juga berharap bantuan para dermawan dan terutama bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Karawang" harapnya. (wins)

Tags:

Berita Terkait

Related News