Dianggap Remeh Wabup Soal Calon Bupati Jalur Independen, Askun Pertanyakan Mandegnya Kasus Korupsi Wabup Di Kejaksaan

KARAWANG - Setelah dianggap remeh oleh Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) terkait pencalonan diri sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Karawang dari jalur independen, Asep Agustian (Askun) menyerang balik Jimmy dengan mempertanyakan perkembangan kasus korupsi yang masih berjalan di Kejaksaan Negeri Karawang.

Kata Askun kasus korupsi yang diduga melibatkan Jimmy yaitu berawal dari pelaporan Jejen Afandi terhadap dugaan penyuapan yang di lakukan Ahmad Jimmy. Pasalnya, sejak Jejen melakukan pelaporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, sampai saat ini masyarakat masih menunggu kelanjutan atas laporan yang di lakukan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang periode 2004 - 2009 tersebut.

"Ini perkara tidak jelas juntrungannya. Padahal sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang pernah membentuk tim khusus penanganan kasus dugaan penyuapan yang melibatkan Wakil Bupati Karawang saat masih menjadi pemborong yang di laporkan oleh mantan anggota DPRD periode 2004 - 2009. Jejen Afandi," kata Askun, Sabtu (22/2).

Kata Askun keputusan pembentukan tim penanganan kasus ini setelah Kejari Karawang melakukan gelar kasus secara internal bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) yang menghasilkan putusan laporan Jejen akan di proses di Kejari Karawang.

"Tak hanya itu, Ombudsman Republik Indonesia (RI) juga pernah mengunjungi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mempertanyakan kasus laporan Jejen Afandi," jelasnya.

Askun hingga saat ini mengaku sangat heran mengapa laporan kasus ini hingga 3 tahun berjalan tetapi Kejari Karawang sampai sekarang tidak dapat memberikan kejelasannya.

"Sehingga publik sampai kapan pun akan mempertanyakannya. Langkah Jejen Afandi melaporkan merupakan upaya mencari keadilan. Karena Jejen selaku penerima suap di vonis bersalah, sementara pemberi suapnya bisa lolos begitu saja," ujarnya.

Padahal ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), baik pelaku pemberi mau pun penerima harus di kenakan sanksi.

"Tapi nyatanya kan dalam kasus suap ini baru penerimanya saja yang menanggung resiko hukum. Sementara pemberinya, yakni Jimmy belum menanggung resiko hukum sama sekali," sesalnya.

Lebih lanjut, Askun meminta Kejari Karawang agar segera dapat menuntaskan perkara yang di laporkan oleh Jejen Afandi.

"Saya percaya dengan kredibilitas serta integritas Kejari Karawang yang sekarang. Pasti mampu menuntaskan perkara yang sudah terkatung - katung sekian lama ini. Padahal sejak di laporkan, sudah berganti beberapa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).",

"Apa lagi ini merupakan perkara korupsi, bukan delik aduan. Jadi, demi marwah dan integritas lembaga Kejaksaan, segera tuntaskan perkara ini. Jika penerima suapnya sudah menjalani hukuman, tinggal pemberi suapnya yang belum," pungkasnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News