Pagelaran Kampung Budaya, Menjadi Ksatria Di Kampung Budaya

BANDUNG,- Kebudayaan merupakan hasil dari karya cipta, rasa, dan karsa manusia,dari berbagai aspek kehidupan seperti seni, keyakinan, hukum (aturan),adat atau kebiasaan, susila, moral, dan juga keahlian.

Kehadiran kebudayaan mampu mempengaruhi pengetahuan seseorang, gagasan, dan ide meskipun budaya berwujud abstrak.

Namun sejatinya kebudayaan dihasilkan dari pengaruh yang cukup besar yakni perpaduan alam dan sistem naluriah manusia dalam mengolah alam itu sendiri sehingga menjadi suatu kebiasaan yang di wariskan turun temurun ke generasi berikutnya.

"Bencana terbesar bukanlah runtuhnya gedung-gedung, bukan banjir,longsor atau gunung meletus. Bencana terbesar ialah hancurnya infrastruktur kejiwaan,runtuhnya kontruksi batin sehingga mengakibatkan terganggunya sistem kontrol dalam diri sehingga mengakibatkan bencana budaya," kata Pembina Paguyuban Satria Sunda Sakti Iwan Sejati di sela kegiatan
Pagelaran Kampung Budaya di Desa Girimekar Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, Minggu (22/2).

Ia mengatakan alam telah terset-up untuk berevolusi dalam arti lain meningkat kedewasaannya dalam wilayah Sunatullah. Namun manusia keliru mengartikan sehingga disebutlah bencana alam.

Menurut Iwan, Satria Sunda Sakti sebagai paguyuban yang menjaga dan melestarikan kebudayaan sunda pada khsusnya mencoba mengaplikasikan nilai luhur yang sudah menjadi kebudayaan para sesepuh dahulu.

"Satria Sunda Sakti ingin membiasakan kembali prilaku berkehidupan dengan pola dan sistem yang sudah tertata sejak dulu. Kami juga mengajak element masyarakat untuk bersama-sama mengenal serta memahami jati diri atau karakteristik kebudayaan di lingkungan sekitarnya," tuturnya.

Ketua Satria Sunda Sakti Ranting Cigarukgak, Deden Suryana, berharap kegiatan ini dapat menghidupkan kembali Kampung Budaya di Desa Girimekar sehingga potensi-potensi daerah yang sudah lama tertimbun bisa kembali muncul kepermukaan.

"Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tetap konsisten melestarikan kebudayaan yang ada di tatar pasundan ini. Kegiatan ini juga membawa pesan bagi pemerintah terkait untuk kembali menggali potensi potensi di wilayahnya tidak hanya mengarah kepada satu titik wilayah tapi agar lebih merata," bebernya.

Acara pagelaran kampung budaya yang di meriahkan oleh Kang Komar (Preman Pensiun) dan Group Band Marking memberi suasana yang hangat dan akrab. Komunitas yang sering menyuarakan lagu tentang lingkungan hidup menjadi warna tersendiri di acara pagelaran kampung budaya tersebut.

Acara juga dihadiri beberapa paguyuban diantaranya,Persatuan Pencak Silat Mekar Asih,Paguron Pencak Silat Gilang Kencana,Paguron Seni Dangiang Putra Mekar,Paguron Gagak Lumayung,Paguron Pencak Silat Tunas Angkasa dan diapresiasi oleh Kang Indri Berlin selaku Ketua Kampung Budaya Legok Hayam.

Tidak hanya pentas pencak silat,Pagelaran Kampung Budaya yang membawa narasi "Hayu Urang Guyub Ngajaga Lembur Sorangan Ngamumule Seni Budaya Keur Anak Incu" sangat memberikan semangat kebersamaan dan membangun kembali kreativitas masyarakat di Desa Girimekar Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung.

Pagelaran Kampung Budaya ini juga dimeriahkan dengan permainan anak anak diantaranya egrang dan bakiak yang bertujuan agar anak-anak milenial tidak kehilangan jati dirinya. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News