BNN Gerebeg Rumah Di Bandung, Jutaan Pil Narkoba Diamankan

BANDUNG,- Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek empat rumah yang diduga merupakan pabrik pembuatan narkoba di Jalan Cingised Kompleks Pemda, Kecamatan Arcamanik, Bandung pada Minggu (23/2) sore.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari membeberkan penggerebekan ini bermula dari informasi adanya pengiriman narkoba dari Bandung ke berbagai wilayah Indonesia.

Dari penyelidikan petugas, ditemukan ada empat unit rumah yang saling terhubung.

"Ada empat rumah yang kita curigai dan rumahnya itu terhubung. Itu memang didesain untuk mengaburkan jika ada petugas dan memudahkan mereka berpindah ketika ada kejadian yang darurat," kata Arman ditemui di lokasi.

Arman mengatakan dengan dibantu anggota TNI, petugas BNN langsung menggeledah empat rumah itu.

Ia mengatakan dari penggeledahan itu pihaknya mendapatkan dua unit mesin yang diduga digunakan mencetak pil, oven, alat pengering, serta alat pengaduk.

"Ketika kita lakukan pemeriksaan ada mesin pencetak pil kurang lebih dua yang cukup besar kemudian peralatan lainnya baik itu oven kemudian alat pengering dan pengaduk dan kita temukan juga bahan baku baik itu padat berupa tepung atau powder dan berupa cairan," ucap Arman.

Ia menjelaskan pil itu telah dikemas secara rapi dalam 25 kotak. Diduga, terdapat lebih dari dua juta pil dalam kotak tersebut.

Selain itu, Arman juga belum dapat merinci narkoba jenis apa karena masih dilakukan pemeriksaan dan penghitungan.

"Bahan yang siap cetak ini cukup banyak namun yang kita lihat sebagai hasil sudah siap edar dan sudah dikemas dalam kotak yang terbungkus rapi ada 25 kotak yang berisi kurang lebih 2 juta pil," ungkap dia.

Dari penggerebekan ini, Arman mengatakan sebanyak enam orang diamankan.

Menurutnya mereka mengaku sudah lima bulan bekerja di sana untuk memproduksi narkoba.

"Enam orang diamankan. Pengakuannya lima bulan tapi kalau dilihat peralatannya itu bukan peralatan baru. Apakah ini diatur oleh sindikat tentu nanti akan kita identifikasi," tandasnya. (nie/*)

Tags:

Berita Terkait

Related News