Sindikat Pencuri Traktor Bantuan Pemerintah Berhasil Dibongkar Polisi

BANJAR - Pada hari Jumat, (28/2) Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Banjar Polda Jabar merilis keberhasilan jajarannya membongkar sindikat pencuri traktor di wilayah Kota Banjar. Sebanyak tujuh orang pelaku berhasil ditangkap oleh petugas.

"Mereka beraksi di 15 TKP dengan barang bukti 15 unit (mesin) traktor," jelas Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana saat ekspos kasus di halaman Mapolres Banjar.

Anggota sindikat pencuri traktor ini kata Kapolres, berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Garut dan Cianjur. Sementara penadah traktor curian berasal dari Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. "Mereka sindikat (pencuri traktor) Priangan Timur," jelas Kapolres.

Empat dari tujuh pelaku, lanjut Kapolres merupakan residivis kasus serupa. Saat penangkapan, keempatnya berusaha menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. "Kami mengambil tindakan tegas, terpaksa menembak empat pelaku," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres langsung menyerahkan kembali mesin traktor secara gratis kepada para pemiliknya yang akan digunakan untuk kepentingan membajak sawah karena sebagian traktor tersebut adalah bantuan dari pemerintahan kota Banjar yang digunakan untuk peningkatan pertanian di wilayah Kota Banjar

Lebih lanjut Kapolres dalam konferensi pers tersebut juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga yang dimilikinya

Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Budi Nuryanto menambahkan bahwa proses terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. "Warga curiga ada mobil yang bolak-balik melintasi jalanan tak jauh dari tempat penyimpanan traktor," jelas Kasat Reskrim.

Sebelum beraksi, kata Kasat Reskrim, para pelaku mengintai lokasi terlebih dulu. Mereka menyasar traktor yang disimpan tak jauh dari jalan yang bisa dilewati mobil.

Para pelaku hanya mengambil mesin traktor. Sementara rangka traktor ditinggal di TKP. "Dijual ke penadah Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," jelasnya

Untuk membongkar mesin traktor, lanjut Kasat Reskrim pelaku hanya membutuhkan waktu 10 menit. Mereka membuka baut di kerangka traktor dengan kunci pas.

"Mesin cuma dibaut ke badan traktor. Namun mesin yang dilas (ke kerangka traktor) pun bisa dicuri para pelaku. Mereka menggergaji kerangka traktor," jelasnya

Lebih lanjut, ia mengatakan, sindikat ini hanya beraksi saat musim tanam. Saat seperti itu, petani mulai membajak sawah dengan traktor. "Musiman. Musim tandur (tanam padi) dia gerak," tambahnya

Empat korban yang mengikuti konferensi pers salah satunya adalah Dodo mengatakan bahwa mesin traktornya hilang beberapa Minggu kebelakang. Traktor itu disimpan di sawah karena dia mulai menggarap sawah. "Bajak belum selesai, keburu hilang," ujarnya.

Dia mengakui mesin traktor ditempel ke rangka hanya dengan baut. Hal ini, kata dia, menyebabkan pencuri dengan mudah mengambil mesin traktor.

"Ya kalau bisa, bagaimana caranya pabrikan traktor membuat pengaman tambahan. Misalnya baut-bautnya menggunakan kunci khusus yang hanya dimiliki pemilik traktor," ucapnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News