Angkot Di Kabupaten Bandung Disemprot Disinfektan

Portal Donasi

BANDUNG, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melakukan disinfeksi (penyemprotan disinfektan) pada sarana angkutan umum atau angkot di sejumlah terminal.

Kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), menyusul ditetapkannya status keadaan tertentu darurat Covid-19 di Kabupaten Bandung.

Kepala Dishub (Kadishub) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan, pasca Surat Keputusan (SK) penetapan status diterbitkan, ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan disinfeksi di tempat-tempat binaan Dishub.

"Sejak pukul 07.00 WIB, petugas di lapangan melakukan disinfeksi pada angkutan umum di beberapa titik. Antara lain Palasari, Andir, Al-Ikhsan, Terminal Ciparay, Majalaya dan Cicalengka. Ini kami lakukan sebagai upaya pro aktif dalam mencegah penyebaran covid-19, mengingat di sarana publik ini menjadi tempat kumpulnya warga," terang Kadishub di Soreang, Selasa (24/3).

Pihaknya menjadwalkan Kawasan Asem Pemeungpeuk, Terminal Banjaran, Soreang dan Ciwidey Kawah Putih.

"Saat melakukan kegiatan ini, petugas kami sudah dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri). Bukan hanya waktu disinfeksi, APD ini juga dipakai petugas saat memungut retribusi. Dan uang retribusi itu dimasukkan ke dalam tas plastik, kemudian dipapar sinar matahari," jelas Zeus.

Di hari yang sama, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung melanjutkan kegiatan disinfeksi di sejumlah perkantoran lainnya, termasuk tiga rumah jabatan pimpinan daerah.

"Hari ini kami jadwalkan penyemprotan disinfektan di rumah jabatan bupati, wakil bupati dan sekda. Selanjutnya di gedung perkantoran lain yang belum dilakukan penyemprotan," ungkap Kepala Distan (Kadistan) H. A. Tisna Umaran.

Perkantoran yang menjadi sasaran kali ini, sebut Kadistan, yaitu Dinsos, Disdik, Inspektorat, Bapenda, Setwan, Dispora dan Kantor KPU. Sama seperti sebelumnya, pihaknya menggunakan bahan benzaklin karena memiliki spektrum luas, dan biasa digunakan untuk disinfeksi kandang.

"Bahan tersebut aman untuk manusia dan ternak. Campuran lainnya yaitu Povidone Iodine, plus modifikasi dengan mencampurkan jeruk lemon. Tempat-tempat yang kami aplikasi dalam kegiatan ini relatif bersih, jadi kami tambahkan campuran jeruk lemon agar aromanya menyegarkan, dan tidak menyengat seperti bau obat,” tandasnya. (pan)

Tags:

Berita Terkait

Related News