Kades Sumurgede Bikin Surat Permohonan Kepada Bank Liar Tunda Pembayaran Nasabah Selama Satu Tahun

KARAWANG - Berdasarkan surat nomor 421/07/Des/2020, Kepala Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon Asan Permana mengajukan permohonan kepada pengelola bank-bank liar atau lazimnya disebut bank emok yang beroperasi di desanya untuk menunda pembayaran nasabah selama satu tahun lamanya akibat dari mewabahnya virus corona.

Menurut surat Kades Sumurgede tersebut, akibat mewabahnya virus corona di Karawang, mengakibatkan perekonomian warganya tersendat dan mengakibatkan kesulitan dalam membayar hutang kepada bank-bank liar.

Dalam surat tersebut, Asan mencantumkan surat kepada Kepala Cabang Bank Syariah, Kepala Cabang Bank Mekar, Kepala Cabang Bank MBK, Kepala Cabang Bank PPU, Kepala PNPM Cilamaya Kulon, Kepala Cabang BRI, dan Kepala Cabang Bank Mitra.

Asan menegaskan bahwa surat permohonan penundaan pembayaran hutang terhadap bank emok sudah secara sah dilakukan karena ditembuskan ke Camat, Kapolsek dan Danramil.

Diakui oleh Asan bahwa bank-bank liar atau bank emok di atas telah beroperasi tanpa izin darinya selaku penguasa wilayah. "Gak ada izin bank emok ke pemerintah desa," ujar Asan kepada Portaljabar.net, Kamis (26/3).

Walaupun bank emok beroperasi secara liar di desanya, Asan menganjurkan kepada warganya agar membayar hutang jika memang mampu dan jika sedang kesulitan keuangan akibat dampak wabah virus corona dipersilahkan tidak membayar.

Begitupula dengan bank keliling atau lintah darat yang beroperasi menagih hutang secara harian, Asan mempersilahkan warganya untuk membayar ataupun tidak membayar.

Selain menyikapi lesunya ekonomi warga akibat virus corona, Asan menegaskan permohonan peniadaan pembayaran hutang terhadap bank emok selama satu tahun sebagai bentuk ketaatan terhadap instruksi presiden yang melarang adanya kumpul-kumpul di warga.

"Bank emok kan pasti harus kumpul-kumpul, sekarang ini tidak boleh," ujarnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News