Emil Siapkan Hotel Bintang Lima Untuk Tenaga Medis

BANDUNG,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengubah Hotel Preanger yang terletak di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung menjadi tempat tinggal sementara bagi dokter dan tenaga medis lainnya yang menangani pasien virus korona (covid-19).

Hotel bersejarah ini merupakan aset negara yang kini dikelola PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar, salah satu BUMD milik provinsi tersebut. Peralihan fungsi sementara ini akan diberlakukan hingga tiga bulan ke depan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, pihaknya merasa perlu untuk memberi tempat tinggal khusus bagi tenaga medis demi menghindari kesalahpahaman dengan masyarakat.

"Kita harus melawan stigma yang menilai tenaga kesehatan ini harus dijauhi karena turut menyebarkan virus korona," kata Emil di sela-sela peninjauannya di Hotel Preanger, Selasa (7/4).

Justru, dia menilai para dokter dan petugas kesehatan lainnya ini merupakan pahlawan karena berada di barisan paling depan dalam mengatasi pandemi tersebut.

"Jadi kita harus dukung dengan segala cara," katanya.

Dengan adanya tempat tinggal sementara yang tidak besentuhan dengan hunian masyarakat,

Emil berharap para tenaga medis ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tenang dalam memerangi virua korona ini.

Terlebih, Preanger merupakan hotel bintang lima sehingga Emil berharap para petugas medis bisa menikmati pelayanan terbaik.

"Silakan nikmati fasilitas pelayanan yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mungkin menjadi satu-satunya hotel bintang lima di Indonesia yang digunakan sebagai tempat tinggal para tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas menangani covid-19," ungkapnya.

Dia optimistis para tenaga medis ini akan mendapatkan layanan terbaik karena alih fungsi ini sudah dipersiapkan dengan baik.

Bahkan, Emil memuji kinerja PT Jaswita Jabar dalam menyediakan tempat tinggal sementara bagi dokter dan tenaga medis lainnya ini.

"Saya apresiasi Jaswita Jabar karena mampu menyiapkan ini dengan sebaik mungkin. Sehingga pesan positifnya, semua pihak terlibat dalam memerangi covid-19," katanya seraya berharap paling lama persoalan ini tuntas pada Juli mendatang sehingga Hotel Preanger bisa difungsikan kembali seperti semula.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, di Hotel Grand Preanger ini disiapkan 200 kamar bagi para tenaga meids.

Selain itu, pihaknya juga memberikan layanan antar jemput untuk memudahkan mobilitas para petugas saat berangkat dan pulang dari rumah sakit.

Lebih lanjut dia katakan, penyiapan Hotel Grand Preanger sebagai tempat tinggal sementara para petugas kesehatan merupakan respons pihaknya terhadap permintaan Emil.

Menurutnya, mantan wali kota Bandung itu meminta BUMD Jawa Barat agar aktif dalam meminimalisasi penyebaran virus korona di Jawa Barat.

"Pak Gubernur memberikan arahan kepada BUMD Jabar, khususnya Jaswita Jabar untuk turut berperan aktif dalam upaya meminimalisir penyebaran virus corona di Jawa Barat. Karena kami bergerak di bidang jasa dan kepariwisataan, maka upaya kami adalah menyiapkan hotel yang dimiliki Jaswita Jabar untuk digunakan sebagai tempat tinggal sementara para petugas kesehatan selama bekerja merawat pasien yang terpapar virus korona," katanya.

Menurutnya, Hotel Preanger dipilih karena lokasinya yang cukup strategis berada di pusat Kota Bandung.

Deni menambahkan, penyiapan hotel milik Jaswita Jabar sebagai tempat tinggal sementara ini juga sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan pihaknya kepada para petugas kesehatan yang selama ini berjuang terdepan dalam merawat dan menolong warga yang terpapar virus korona. (nie*/)

Tags:

Berita Terkait

Related News