Hendak Konfirmasi Kasus Pungli BPNT, Security Bank BNI Garut Jegal Tugas Jurnalis

Portal Donasi

GARUT,- Deni, Pejabat Bank BNI Kabupaten Garut Jawa Barat yang mengurusi program sembako atau BPNT (Bantuan Langsung Non Tunai) menghindar saat hendak dikonfirmasi mengenai banyaknya agen atau mitra yang berulah beserta oknum pegawai BNI yang melakukan pungli saat verifikasi agen di lapangan.

Bahkan petugas keamanan yang bertugas di pintu masuk menghalang-halangi tugas jurnalis dengan menyebut bahwa ruangan atas kantor Bank BNI Garut yang ditempati para pejabat harus steril.

Kedua petugas keamanan lengkap dengan menggunakan pakaian security, saat hendak masuk langsung melarang masuk. Bahkan saat menunjukan identitas wartawan tempat bekerja tidak digubris.

Sempat terjadi cekcok adu mulut antara wartawan dengan petugas keamanan Bank BNI tersebut.

"Ya, memang tadi saya mau melakukan konfirmasi terkait program sembako yang dimanfaatkan oleh agen BNI yang nakal dan mencari keuntungan haram. Saya juga ingin mengkonfirmasi terkait adanya dugaan pungutan liar saat pihak bank melakukan verifikasi agen baru," ujar Robi Taufik Akbar, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Garut.

Menurutnya, dengan adanya sikap tersebut, pejabat BNI atas nama Deni sudah menghalang-halangi dalam peliputan. Apalagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya di dilindungi oleh UU No 40 Tahun 1999.

"Kami dalam menjalankan tugas dilindungi Undang-Undang. Kami berkewajiban melakukan konfirmasi terkait pemberitaan yang memang berkaitan dengan Bank BNI Garut," ucapnya.

Dalam pembuatan berita, Robi mengaku, harus sesuai dengan etika jurnalis dan kaidah jurnalis. Yang mana sumber yang dipojokan wajib untuk di konfirmasi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya somasi dari yang bersangkutan.

Sementara itu Deni pejabat Bank BNI Garut, saat dihubungi melalui ponselnya tidak memberikan jawaban. Bahkan saat di kirim pesan melalui aplikasi whatsapps tidak merespon. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News