Lima Mahasiswa Cianjur Dituntut 15 Tahun Penjara, GMNI Cianjur Kecewa

CIANJUR,- DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur merasa keberatan atas tuntutan jaksa terhadap 5 anggotanya dengan hukuman penjara 13 - 15 tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan jaksa dalam sidang tuntutan yang digelar, Rabu (23/4) di Pengadilan Negeri Cianjur.

Lima mahasiswa tersebut didakwa dengan Pasal Kesatu Pertama Pasal 214 ayat (2) ke-3 KUHP dan Kedua Pasal 214 ayat (2) ke-2 KUHP atau Kedua Pertama Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan Kedua Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP.

Ketua DPC GMNI Cianjur Roni Nurpalah meminta agar jaksa mempertimbangkan seluruh sisi pemeriksaan keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan mulai dari saksi penuntut umum, saksi A De charge, saksi ahli penuntut umum dan juga saksi ahli meringankan .

"Kami melihat seluruh keterangan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum tidak ada seorangpun saksi yang menyebutkan kelima terdakwa melakukan tindakan yang memenuhi pasal dakwaan sebagaimana yang diberikan oleh penuntut umum," kata Roni dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (24/4).

Roni mengungkapkan rasa kecewanya dan menyayangkan tuntutan jaksa lantaranya menyamaratakan tuntutan hukuman 5 mahasiswa ini dengan kelompok teroris dan pembunuh .

"Perlu kami kembali tegaskan bahwa kejadian unjuk rasa pada 15 Agustus 2019 lalu di depan Pemda Kabupaten Cianjur yang mengakibatkan adanya korban terluka bakar, adalah spontanitas, tidak pernah direncanakan dan murni kecelakaan," ujarnya.

Ia memaparkan, pada awal kejadian sempat ada klarifikasi dari Kasat Reskrim Polres Cianjur, Budi Nuryanto yang menyebut kejadian yang mengakibatkan anggota polisi terluka bakar itu tidak ada unsur kesengajaan dari pihak mahasiswa .

Seharusnya, kata dia, jaksa mempertimbangkan apa yang disampaikan oleh pihak kepolisian.

"Kami juga meminta agar Kejaksaan Negeri Cianjur untuk betul-betul mempertimbangkan dan mengedepankan unsur-unsur keadilan dalam surat tuntutannya. Kami juga meminta agar PN  Cianjur untuk memutus perkara seadil-adilnya di akhir persidangan nanti," ungkapnya.

Roni juga meminta support dari rekan juang seluruh mahasiswa yang ada di Cianjur maupun seluruh mahasiswa Indonesia untuk terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan saat ini .

Ia menegaskan, jangan sampai keadilan hukum di Indonesia dikebiri oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menentukan kebenaran .

"Untuk sidang selanjutnya yang mengagendakan pembelaan terdakwa, kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Penasehat Hukum LBH Trisila. Semoga kasusnya cepat selesai dan kelima anggota kami dapat melanjutkan perjuangannya dalam pengharapan keadilan sosial masyarakat," tandasnya. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News