Pangdam III/Siliwangi Dan Forkopimda Jabar Berangkatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas Serta Satpol PP, Bagikan 2000 Paket Sembako

BANDUNG,- Pangdam III/Slw, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto  dan Forkopimda Provinsi Jawa Barat memberangkatkan para Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Satpol PP, dari Makodam III/Slw, Jalan Aceh No. 69 Bandung menuju ke wilayah Bandung Raya, Subang, Cianjur, Purwakarta dan Sumedang, Selasa (19/5).

Para Babinsa, Bhabinkabtibmas dan Satpol PP ini diterjunkan untuk mengawal sekaligus melaksanakan pembagian sembako bagi warga masyarakat terdampak Covid-19.

Pemberangkatan para Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Satpol PP, untuk pemberian 2.000 paket sembako yang juga masih dalam rangkaian kegiatan Siliwangi Peduli dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, yang kerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi Bandung.

"Kegiatan ini untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya di wilayah Bandung Raya, Subang, Cianjur, Purwakarta dan Sumedang," terang Pangdam.

Pangdam juga mengajak, pihak-pihak lainnya yang memiliki kemampuan lebih untuk ikut peduli.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada unsur Forkopimda Jawa Barat, Yayasan Budha Tzu Chi, serta pihak-pihak yang telah membantu kegiatan bakti sosial tersebut.

Pada kesempatan tersebut itu juga, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pandemi covid-19 ibaratnya seperti perang, maka semua yang mengaku warga negara Indonesia harus ikut bela negara.

"Ada yang bela negara di garda terdepan yakni tenaga kesehatan, ada bela negaranya dengan harta dengan menyumbangkan bantuan buat darurat kesehatan atau darurat ekonomi, ada yang bela negaranya dengan ilmu membangun teknologi ventilator, membangun teknologi VCR, Rapid Test yang sudah kita lihat ada di Jawa Barat," tuturnya.

Selain itu, ada juga yang melakukan tenaga bela negara menjadi relawan dan sisanya adalah bela negara disiplin karena musuhnya hadir dikerumunan.

Menurutnya, aAda kerumunan ada Covid, tidak ada kerumunan tidak ada Covid. Dalam kondisi perang ini, sambung pria yang akrab disapa Emil ini, ada 3 babak yang harus diwaspadai, 2 sudah terjadi babak ke 3 belum dan jangan terjadi.

"Babak pertama adalah darurat kesehatan sudah dan sedang terjadi, babak ke 2 adalah darurat ekonomi sedang terjadi dan yang ke 3 darurat sosial politik jangan sampai terjadi," kata Emil.

Dalam darurat ekonomi, imbuhnya, sudah disampaikan warga yang terdampak tidak lagi 40 % menurut teori tapi sudah 63%. Sebanyak 63 % ini tidak bisa semuanya oleh negara. Ia menghimbau agar menggeser pembatasan sosial menjadi solidaritas sosial.

"Siapa yang tangannya diatas, mari bergabung untuk membantu mereka yang tangannya sudah dibawah," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam kemenangan dalam melawan Covid gugus tugas sudah melihat hasilnya luar biasa ternyata kuncinya adalah kebersamaan, kuncinya adalah satu komando, kuncinya adalah kekompakan.

"Hari ini kita akan melepas pasukan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP ini adalah gabungan kebersamaan kami sipil, TNI dan Polri, dalam memberikan pesan kepada rakyat negara hadir dalam mengatasi ini," bebernya.

Ia juga berharap, sesuai teori kesehatan, mestinya di bulan Juli, Indonesia bisa normal lagi.

"Perhari ini zona merah masih 50 % sisanya ada zona kuning dan biru. Kita berharap bulan Juni semua sudah bisa zona biru sehingga kehidupan bisa 100 % normal tapi dengan cara baru," tandasnya. (nie/*)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News