Pertamina Dan Hiswana Sumbang 2 Swab Test Chamber Ke RSHS

BANDUNG,- Pertamina dan Hiswana (Himpunan Wiraswasta Nasional) Migas Jawa Barat memberikan 2 unit bilik swab test (Swab Test Chamber) kepada  Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu (20/5).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Manager Retail Bandung Sylvia Grace Yuvenna kepada Direktur RSHS Bandung dr. Nina Susana Dewi.

Sylvia mengungkapkan Swab Test Chamber ini merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai alat penunjang pemeriksaan swab PCR untuk Covid-19.

Menurut Sylvia, bilik swab test ini merupakan inovasi dari mahasiswa teknik mesin Institut Teknologi Bandung, IKA Universitas Padjadjaran, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan juga sejumlah dokter tenaga ahli.

"Kami dari Pertamina mensuppoprt memberikan dana untuk pengembangan 5 unit swab test chamber ini, yang kemudian disumbangkan 2 utntuk RSHS, 2 untuk RS Al Ikhsan dan 1 untuk RSAU Rotinsulu," kata Sylvia.

Menurutnya, pemberian Bilik Swab Test Covid-19 ini merupakan bukti nyata Pertamina untuk ikut bersama-sama pemerintah memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Pertamina turut serta bersama pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," pungkasnya.

Direktur Utama RSHS Nina Susana Dewi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan berupa 2 Swab Test Chamber yang merupakan karya anak bangsa.

Ia mengatakan adanya inovasi bilik tes swab ini sangat membantu dalam penanganan Covid-19, khususnya untuk rumah sakit.

"Bilik swab menjadi salah satu alternatif untuk melindungi tenaga medis karena mereka bisa bertugas dengan tetap menekan risiko paparan virus corona," tuturnya.

Menurutnya, terbatasnya alat pelindung diri (APD) maka bilik swab diharapkan dapat mengurangi resiko terpaparnya petugas medis dari covid-19.

"Manfaat lainnya yang tidak kalah penting dari bilik swab test adalah dapat meningkatkan kapasitas diagnostik pemeriksaan Covid-19 sehingga semakin banyak sampel swab yang dapat diambil," pungkas dian.

Pemeriksaan swab (swab test) merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona menggunakan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR).
Dalam swab test corona, petugas medis akan mengambil sampel lendir dari saluran pernapasan, yaitu hidung dan tenggorokan. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya dna virus covid-19.
    
Ketua relawan COVID-19 Kota Cimahi yang juga inisiator pembuatan swab chamber, Adhi Nugraha, mengatakan alat tersebut dibuat untuk melakukan swab test yang aman digunakan oleh petugas medis tanpa berisiko terpapar covid-19.

Prinsipnya, swab chamber memisahkan kontak antara pasien dengan tenaga medis. Biasanya dokter harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dari mulai baju hazmat, masker, google, face shield dan sepatu boot saat berhadapan dengan pasien.

Namun dengan Swab Chamber APD tak perlu digunakan semuanya.

"Ternyata pakai APD lengkap masih bisa tertular hingga akhirnya ada dokter yang meninggal akibat COVID-19. Penularannya bisa dari kualitas APD yang tidak standar seperti jahitan tidak rapat atau bahan tidak anti air. Maka alat ini bisa menjadi tabir bagi tenaga medis untuk menghindari penularan," pungkas Adhi. (nie/*)

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News