Aksi Tipu-tipu Modus Gendam Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Cimahi

CIMAHI - Satreskrim Polres Cimahi berhasil melakukan pengungkapan kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan modus operandi pakai ilmu gendam. Kelompok penipu ini terdiri dari 3 orang dengan mengincar korban bernama Unus dan Ilah saat akan masuk ke bank, kemudian diikuti saat korban keluar dari bank.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. S. Erlangga mengatakan saat korban keluar dari bank salah satu pelaku berinisial AB berpura-pura menanyakan alamat sebuah pesantren. Kemudian pelaku lain berinisial NE lewat dan mengaku mengetahui alamat pesantren tersebut dan mengajak korban serta pelaku AB untuk ikut bersama di dalam mobilnya yang sudah dikemudikan oleh pelaku berinisial DE.

Kemudian di dalam mobil pelaku AB mengaku berasal dari Singapura dan ingin menukar uang dolar menjadi rupiah, kemudian pelaku NE berpura-pura tertarik dan berpura-pura menukarkan dolar tersebut di bank yang membuat korban tertarik untuk juga menukarkan uang rupiah miliknya karena akan menguntungkan.

Selanjutnya setelah berhasil mendapatkan seluruh uang tunai senilai Rp.120.000.000,- dan perhiasan korban senilai Rp. 8.000.000,- berkat ilmu gendam yang dimiliki para pelaku, korban ditinggalkan oleh kelompok pelaku di minimarket saat mampir untuk membeli makanan dan minuman.

Menurut Erlangga kejahatan para pelaku dengan modus operandi yang sama dilakukan sebanyak 11 (sebelas) kali di berbagai wilayah di Jawa Barat.

Untuk kasus terakhir, tempat kejadian perkara terjadi di Bank BRI Unit Ciburuy Padalarang Kabupaten Bandung Barat. (TKP awal) dan Bank BRI Cabang Cimahi (TKP akhir).

Sementara itu untuk identitas tersangka pertama yaitu AB salah satu warga Jl. KH. Saleh Perum Pandanjaya Residence Blok AA 27 Rt 06 Rw 01 Desa Sindangasih Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, tersangka kedua berinisial NE seorang ibu rumah tangga, warga Kp. Nagrak Rt 02 Rw 10 Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur dan tersangka ketiga berinisial DE warga Kp. Garogol Rt 03 Rw 03 Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

Masih kata Erlangga beberapa barang bukti yang diamankan antara lain KTP atas nama Ilah, Kartu Identitas Sehat atas nama Ilah, Kartu Identitas Sehat atas nama Unus, Kartus Askes atas nama Ilah, Kartu Pasien RS Dustira atas nama Unus, 1 (satu) Unit Kendaraan R4 Merk Suzuki Ertiga Warna Abu Metalic Nopol F 1681 TS, 1 (satu) Unit Kendaraan R4 Merk Toyota Avanza Warna Putih Nopol F 1475 WR, 1 (satu) Buah kerudung Warna Merah, 1 (satu) Buah Kaos Perempuan Lengan Panjang Warna Hijau, 1 (satu) Buah Kaos Oblong Perempuan Bertuliskan Mohosino, 1 (satu) Buah Celana Jeans Warna Biru Muda, 1 (satu) Stel Baju tidur Perempuan Warna Hijau Tua, dan 1 (satu) buah Dompet Perempuan Warna Hijau.

Tercatat selama 2 bulan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Cimahi melakukan penyelidikan terhadap ketiga pelaku. Kemudian dari hasil penelusuran dan penyelidikan, akhirnya tim Resmob berhasil mengamankan NE dan kendaraan yang diduga dipakai saat kejadian.

"Kemudian langsung dilakukan introgasi terhadap NE dimana ia mengakui perbuatan yang dilakukan saat kejadian beserta 2 orang tersangka lainnya," ucap Erlangga.

Kemudian team melakukan pengembangan dimana berhasil mengamankan DE pelaku yang berperan sebagai supir saat kejadian, tepat di belakang rumah NE. Lalu team kembali berhasil mengamankan pelaku lainnya yang bernama AB di rumahnya di daerah Karang Tengah Kabupaten Cianjur.

Kata Erlangg, berdasarkan pengembangan yang dilakukan ditemukan TKP lainnya, yaitu di wilayah Cimahi berjumlah 6 TKP, wilayah Sumedang 1 TKP,  wilayah Garut 2 TKP, wilayah Tasikmalaya 1 TKP, dan wilayah Kabupaten Bandung 1 TKP. 

Adapun rincian kerugian korban antara lain di TKP BRI Cimahi, kerugian mencapai 128 juta, TKP Cisarua ( Depan Rumah Sakit Jiwa) kerugian uang 1 juta dan 4 gram emas, TKP Leuwigajah (Depan BRI Leuwigajah) kerugian uang 2 juta, TKP Cisarua (Depan Bri Unit Cisarua) kerugian uang 1 juta, TKP Dustira Cimahi (Depan Pura Sriwijaya) kerugian uang 1,7 juta, TKP Pasar Cipatat uang 3 juta, TKP Sumedang, uang  yang diambil 4,5 juta, Sukabumi, uang yang diambil 40 juta, Tasikmalaya, uang 1 juta, Garut Limbangan, barang yang diambil emas palsu dan emas 7 gram dan di TKP  Garut Pameumpeuk, uang  yang diambil  1 juta.

"Total keseluruhan pelaku telah melakukan kejahatan dengan modus operandi  yang sama sebanyak 11 (sebelas kali) TKP di berbagai wilayah di Polda Jawa Barat. Saat ini ketiga pelaku dibawa ke Polres Cimahi untuk diproses lebih lanjut. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 378 dan atau 372 KUHP," tutupnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News