Nekat Cabut Stiker Keluarga Miskin, Kades Jayanegara Ancam Cabut BLT

KARAWANG - Pembagian BLT Dana Desa oleh Pemerintah Desa ternyata tidak kondusif, pasalnya muncul masalah-masalah baru yang dibuat oleh oknum-oknum di internal Pemerintah Desa.
Mulai dari potongan BLT, perampasan BLT, penggelapan BLT hingga ancaman kepada warga penerima BLT.

Kali ini ancaman terhadap penerima BLT diduga terjadi di Desa Jayanegara Kecamatan Tempuran. Dimana beberapa warga mengadukan ke Portaljabar.net terkait ancaman Kades setempat akan mencabut BLT jika stiker yang bertuliskan "Keluarga Miskin Penerima BLT Covid-19" sengaja dicabut.

Bahkan bukan itu saja, warga juga memprotes tingkah laku aji mumpung Kades Jayanegara, Ratnanengsih yang memajang foto diri di stiker tersebut.

Menyikapi pengaduan ini, Kades Ratnanengsih merasa tidak bersalah mengancam akan mencabut BLT warga jika stiket sengaja dicabut karena dianggap sesuai aturan.

"Salah gitu pakai stiker kan ada aturan nya," ujar Ratna singkat.

Sementara itu Kabid PUEM (Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat) DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Karawang, Agus Somantri menjelaskan bahwa penempelan stiker keluarga miskin untuk penerima BLT Covid-19 adalah tidak wajib.

"Bahasanya dapat (dipasang) bukan diwajibkan," ujar Asom panggilan akrabnya.

Adapun terkait pencabutan BLT karena mencabut stiker menurut Asom hal tersebut tidak bisa dilakukan karena daftar penerima BLT sudah disepakati dalam Musdessus sehingga pembatalannya pun harus melalui mekanisme yang panjang. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News